Ruko Nasi Goreng Depan Polsek Purworejo Terbakar, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta
PURWOREJO,iNewsPantura.id – Suasana Senin malam di Jalan Jogja–Pangenrejo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, mendadak berubah mencekam. Sebuah ruko yang digunakan untuk berjualan Nasi Goreng Sedap Malam terbakar hebat hingga membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut macet total.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.50 WIB. Ruko tersebut merupakan bangunan milik Amin, warga Pangenrejo, Kelurahan Purworejo, Kabupaten Purworejo. Bangunan itu disewa Zainal untuk menjalankan usaha nasi goreng.
Saat kejadian, Zainal bersama seorang karyawan dan satu rekannya sedang memasak. Tiba-tiba api muncul dari bagian regulator tabung gas.
Bukannya berhasil dipadamkan, kobaran api justru semakin membesar setelah disiram menggunakan air. Api kemudian menyambar gerobak dagangan dan dengan cepat merambat ke bagian bangunan lainnya.
Panik melihat api semakin membesar, Zainal dan orang-orang di lokasi kemudian meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.
Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman tidak mudah. Lokasi ruko berada di kawasan padat penduduk dan tepat di depan Polsek Purworejo, sehingga petugas harus bekerja cepat untuk mencegah api merambat ke bangunan lain.
Hampir 10 unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api. Petugas pemadam kebakaran bersama TNI, Polri, relawan dan warga berjibaku melakukan pemadaman. Api bahkan menjalar hingga bagian belakang bangunan yang memanjang ke area permukiman.
Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra keras karena bagian belakang bangunan relatif sulit dijangkau.
Setelah sekitar dua jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Kebakaran yang terjadi di sisi jalan raya tersebut juga berdampak langsung terhadap arus lalu lintas. Jalan Jogja–Pangenrejo sempat mengalami kemacetan total. Untuk memberikan ruang kepada kendaraan pemadam kebakaran sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan, arus lalu lintas terpaksa dialihkan dan diputar melalui jalan perkampungan.
arga yang berada di sekitar lokasi turut membantu proses pemadaman dan evakuasi barang dari bangunan yang terbakar.
Amin, pemilik ruko sekaligus penghuni rumah tersebut, bersama istrinya masih sempat menyelamatkan sejumlah dokumen penting ketika api mulai membesar. Di antaranya sertifikat, KTP, serta dokumen BPKB kendaraan.
Namun, tidak semua barang dapat diselamatkan. Barang-barang lainnya yang berada di dalam bangunan tidak sempat dikeluarkan karena kobaran api dengan cepat membesar.
Begitu pula Zainal sebagai penyewa ruko. Barang dagangan dan sejumlah barang berharga miliknya tidak sempat diselamatkan dari kobaran api.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan kerusakan berat pada bangunan dan menghanguskan berbagai barang milik pemilik ruko maupun penyewa. Kerugian akibat kebakaran untuk sementara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kuliner, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan peralatan memasak dan instalasi gas.
Keterangan mengenai penyebab kebakaran masih berdasarkan kronologi awal dari pihak yang berada di lokasi. Petugas terkait akan melakukan penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran.
Peristiwa ini juga menunjukkan pentingnya respons cepat dalam situasi darurat. Kesigapan petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, relawan dan warga menjadi kunci sehingga kobaran api dapat dikendalikan dan tidak semakin meluas ke permukiman padat di sekitar lokasi.
Editor: Eddie Prayitno