Detik-Detik Pickup Tertemper KA Sembrani di Weleri Kendal, Ban Belakang Lepas
KENDAL,iNewsPantura.id – Sebuah mobil pickup Mitsubishi Colt T120 SS bernomor polisi H 8099 BG tertemper Kereta Api (KA) 39 Sembrani di perlintasan sebidang JPL 75, KM 41+431 Kalikuto, Desa Karanganom, Kecamatan Weleri, Kendal, Jumat 18 september 2006.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 11.38 WIB. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Pickup yang mengangkut besi baja ringan itu terpelanting setelah dihantam kereta api yang melaju dari arah hilir.
Kapolsek Weleri AKP Yulianto mengatakan, peristiwa bermula ketika pickup yang dikemudikan Mukrim, warga Kalibalik, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, melaju dari Weleri menuju Rowosari.
Sesampainya di perlintasan JPL 75, ban belakang sebelah kiri pickup terlepas. Kendaraan kemudian berhenti tepat di atas perlintasan sebelah utara.
Saat kejadian, palang pintu perlintasan belum ditutup karena belum ada kereta yang melintas. Mengetahui kendaraannya berhenti di atas rel, pengemudi kemudian masuk ke pos penjaga perlintasan untuk meminta bantuan.
Palang pintu selanjutnya ditutup. Pengemudi bersama sejumlah saksi berupaya memberikan tanda bahaya dengan mengibarkan bendera agar kereta yang akan melintas dari kedua arah berhenti.
Namun, upaya tersebut tidak berhasil menghentikan KA 39 Sembrani yang datang dari arah hilir. Kereta dengan laju tinggi kemudian menabrak pickup hingga kendaraan terpelanting.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, KA 39 Sembrani relasi Surabaya Pasarturi–Gambir tertemper mobil pickup di perlintasan sebidang JPL 75 yang dijaga petugas.
"Peristiwa terjadi di KM 41+500 petak jalan antara Stasiun Weleri–Stasiun Krengseng," kata Luqman.
Setelah kejadian, KA Sembrani berhenti di KM 41+500 untuk menjalani pemeriksaan rangkaian oleh awak sarana perkeretaapian. Hasil pemeriksaan menunjukkan lokomotif CC 206 13 46 mengalami kerusakan pada lampu kabut dan semboyan sebelah kiri yang pecah.
Perbaikan kerusakan tersebut rencananya dilakukan di Stasiun Tegal. Setelah rangkaian dinyatakan aman untuk melanjutkan perjalanan, KA Sembrani kembali diberangkatkan dari KM 41+500 pada pukul 11.48 WIB.
Pemeriksaan Unit Jalan Rel 4.7 Weleri juga memastikan jalur hulu dan hilir dalam kondisi aman. KA Sembrani kemudian melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Krengseng untuk proses penyerahan PTGOK sebelum kembali diberangkatkan pada pukul 12.00 WIB.
Insiden tersebut berdampak pada lima perjalanan kereta api dengan total andil keterlambatan 70 menit. KA 39 Sembrani mengalami keterlambatan 22 menit, KA 183 Kamandaka 19 menit, PLB 2510A Banteng Cargo 14 menit, PLB 20A Argo Muria 9 menit, dan PLB 178B Tawangjaya Premium 6 menit.
Luqman menyayangkan kejadian tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak keterlambatan.
KAI Daop 4 Semarang kembali mengingatkan pengguna jalan agar berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang. Pengguna jalan diminta mendahulukan perjalanan kereta api, berhenti, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas.
Editor: Eddie Prayitno