Jalan Kemanukan–Semawung Mulai Direhabilitasi, Anggaran Capai Rp1,49 Miliar
PURWOREJO,iNewsPantura.id – Warga yang biasa melintas di Jalan Poros Kemanukan-Bagelen-Semawung, Kabupaten Purworejo, diminta bersabar selama proses rehabilitasi jalan berlangsung. Pekerjaan sepanjang sekitar 775 meter tersebut ditargetkan selesai dalam waktu 90 hari kalender.
Selama pengerjaan, pengguna jalan kemungkinan menghadapi pengaturan lalu lintas hingga penutupan sebagian jalur. Kondisi ini berpotensi mengganggu aktivitas warga yang menggunakan akses Kemanukan-Semawung menuju Desa Piji maupun sebaliknya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo Estri Utami Setyowati menyampaikan hal tersebut saat sosialisasi rehabilitasi jalan di Balai Pertemuan Desa Kemanukan, Rabu 23 september 2026.
“Kita ngalah 90 hari untuk kebermanfaatan bertahun-tahun ke depan. Harapannya nanti jalan ini bisa awet dan manfaatnya dirasakan masyarakat,” kata Estri.
Rehabilitasi jalan tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp1,497 miliar. Pekerjaan dilaksanakan CV Abyakta Tunggal Perkasa berdasarkan kontrak tertanggal 14 September 2026.
Pekerjaan ditargetkan rampung pada 12 Desember 2026. Sosialisasi dihadiri Estri, PPK dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo Amin Budiarto, penyedia jasa, pemerintah desa, tokoh masyarakat serta perwakilan warga.
Estri mengatakan perbaikan jalan tersebut merupakan hasil pengawalan bersama antara masyarakat, legislatif dan eksekutif. Usulan rehabilitasi sebelumnya telah cukup lama dibahas dalam Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Namun, rencana tersebut sempat tertunda setelah adanya efisiensi anggaran dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) pada 2024.
“Usulan ini sebenarnya sudah cukup lama berada di TAPD, tetapi karena waktu itu ada efisiensi, kegiatan ini tidak terdanai karena dianggap belum prioritas,” ujarnya.
Menurut Estri, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan prioritas pembangunan berdasarkan tingkat kebutuhan dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Kita tidak bisa memilih sembarangan. Yang penting apakah memang prioritas, usulannya sudah lama atau belum, dan betul-betul dibutuhkan masyarakat atau tidak. Lebih ke kebermanfaatannya,” jelasnya.
PPK pekerjaan, Amin Budiarto, menjelaskan rehabilitasi tidak hanya berupa pengaspalan. Dalam proyek tersebut juga terdapat pekerjaan penggantian gorong-gorong pada satu titik.
Untuk konstruksi perkerasan, jalan akan menggunakan aspal AC-BC dengan ketebalan enam sentimeter.
Amin mengatakan pihaknya telah meminta penyedia jasa meminimalkan gangguan terhadap aktivitas warga selama pekerjaan berlangsung.
“Kami menyampaikan kepada penyedia untuk meminimalkan gangguan terhadap masyarakat,” katanya.
Dia juga meminta warga ikut mendukung proses pembangunan, terutama selama terdapat pembatasan akses di lokasi pekerjaan.
“Mari sama-sama masyarakat mendukung kegiatan ini. Kami mohon maaf apabila memang ada ketidaknyamanan untuk sementara waktu. Kami harapkan pekerjaan dapat berjalan lancar sesuai waktu yang ditetapkan, serta sesuai spesifikasi dan mutu yang sudah disepakati dalam kontrak,” ujarnya.
Jalan Kemanukan-Semawung selama ini menjadi salah satu akses warga Kemanukan, Semawung dan Piji. Setelah rehabilitasi selesai, jalur tersebut diharapkan memiliki kondisi yang lebih baik dan dapat menunjang mobilitas masyarakat dalam jangka panjang.
Editor: Eddie Prayitno