Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dugaan Keracunan MBG di Bener Purworejo, SPPG Kaliboto 2 Disuspend Sebulan
Advertisement . Scroll to see content

Dugaan Keracunan MBG di Batang Meluas, Siswa hingga Orang Tua Jadi Korban

Kamis, 24 September 2026 | 06:23 WIB
  • author Suryo Sukarno
Dugaan Keracunan MBG di Batang Meluas, Siswa hingga Orang Tua Jadi Korban
IGD RSUD Batang dipadati pasien yang diduga keracunan MBG. Data sementara mencapai 287 korban dan jumlahnya masih terus bertambah. Foto : iNewsPantura.id/ Suryo S

BATANG, iNewsPantura.id – Dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus meluas. Hingga Rabu (23/9/2026) malam, jumlah korban yang mengalami gejala mencapai 287 orang.

Membludaknya jumlah pasien bahkan membuat ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Batang penuh sesak. Sejumlah pasien terpaksa mendapatkan penanganan dengan kondisi seadanya karena banyaknya warga yang datang secara bersamaan.

Para korban mengalami sejumlah keluhan, mulai dari mual, pusing hingga muntah. Mereka berdatangan ke sejumlah fasilitas kesehatan setelah sebelumnya mengonsumsi makanan MBG yang diduga berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang.

Kondisi mulai dirasakan para korban beberapa jam setelah makanan dikonsumsi pada Rabu siang.

Tak hanya siswa yang mengalami keluhan. Sejumlah orang tua juga dilaporkan ikut mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibawa pulang anak mereka.

Korban berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, MI, SMP hingga SMA.

Salah satu korban, Rizki, mengaku ikut mengonsumsi makanan MBG milik adiknya yang masih duduk di bangku SD.

Menurut Rizki, keluhan muncul setelah dirinya menyantap makanan tersebut.

"Setelah makan langsung mual, pusing dan muntah," kata Rizki.

Para korban kemudian mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Selain RSUD Batang, korban juga dibawa ke Puskesmas Bawang, Rumah Sakit Limpung dan Puskesmas Subah. 

Korban Masih Terus Bertambah
Wakil Bupati Batang Suyono mengatakan, berdasarkan data sementara yang dihimpun pemerintah, jumlah korban saat ini mencapai 287 orang.

Jumlah tersebut belum bersifat final karena warga yang mengalami gejala masih terus berdatangan ke fasilitas kesehatan.

"Untuk saat ini ada 287 orang," ujar Suyono.
Suyono yang juga menjabat sebagai Kepala Satgas MBG Kabupaten Batang mengatakan pemerintah masih melakukan koordinasi dengan pengelola SPPG Bawang untuk menelusuri penyebab kejadian.
Pemerintah daerah, kata dia, juga memastikan para korban mendapatkan penanganan medis.

Di tengah penanganan korban yang terus dilakukan, pemerintah mengambil sampel makanan yang diduga dikonsumsi para korban.

Sampel tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk diperiksa.
Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk membantu memastikan penyebab munculnya gejala yang dialami ratusan korban.
Hingga Rabu malam, pemerintah belum menyimpulkan penyebab pasti kejadian tersebut. Pendataan korban dan penanganan medis juga masih berlangsung karena jumlah pasien yang datang ke fasilitas kesehatan masih bertambah.

Dengan jumlah sementara mencapai 287 orang, dugaan keracunan MBG ini menjadi perhatian serius, terutama karena korban berasal dari berbagai kelompok usia dan sejumlah fasilitas kesehatan harus menangani lonjakan pasien dalam waktu bersamaan.

Editor: Suryo Sukarno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut