Tekan Stunting, Bupati Purworejo Perkuat Kolaborasi hingga Tingkat Desa
PURWOREJO,iNewsPantura.id – Pemerintah Kabupaten Purworejo memperkuat komitmen dalam upaya mencegah dan mempercepat penurunan stunting. Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH dengan mengikuti Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) dan Advokasi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara di Semarang.
Dalam agenda yang digelar Kementerian Sekretariat Negara RI melalui Sekretariat Wakil Presiden RI tersebut, Bupati Yuli Hastuti bersama para bupati dan wali kota se-Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara turut menandatangani komitmen pencegahan dan percepatan penurunan stunting di wilayah masing-masing.
Rakortek tersebut menekankan bahwa persoalan stunting tidak cukup ditangani melalui program pemberian makanan tambahan atau intervensi gizi semata. Berbagai faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak, mulai dari sanitasi, air bersih, lingkungan, infrastruktur hingga kondisi sosial, juga perlu mendapat perhatian.
Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Setwapres, Eddy Cahyono Sugiarto, mengatakan kompleksitas persoalan stunting membutuhkan kerja bersama lintas sektor.
“Keberhasilan penanganan stunting membutuhkan penyatuan berbagai program lintas kementerian, pemerintah daerah, hingga tingkat desa, sehingga intervensi tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Menurut Eddy, persoalan stunting berkaitan dengan banyak aspek sehingga diperlukan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah juga diharapkan tidak berhenti pada penyusunan kebijakan, tetapi memastikan program benar-benar berjalan di lapangan.
“Saya menegaskan, pencapaian target tersebut membutuhkan komitmen kepala daerah dan kolaborasi lintas sektor, agar program penanganan stunting tidak berhenti pada kebijakan,” tegasnya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur pemerintahan dalam penanganan stunting.
Ia meminta pemerintah provinsi, kabupaten dan kota memperkuat sinergi agar berbagai program yang dijalankan dapat saling mendukung dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Kinerja Bapak Ibu semua dipertaruhkan untuk anak-anak kita. Tidak perlu hanya sekadar komitmen, tetapi ini harus melakukan kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah daerah dalam pencegahan dan penurunan stunting,” katanya.
Menurut Ahmad Luthfi, salah satu bentuk intervensi yang telah dikembangkan Pemprov Jawa Tengah adalah layanan dokter Spesialis Keliling (Speling). Program tersebut ditujukan untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan spesialis kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki keterbatasan akses.
Program Speling juga dapat diarahkan untuk mendukung penanganan stunting di wilayah yang memiliki persoalan cukup tinggi. Dengan demikian, intervensi kesehatan dapat dilakukan lebih dekat dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Karena pentingnya layanan kesehatan yang benar-benar hadir hingga wilayah terpencil, sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat mengenai gizi dan kesehatan anak,” ujarnya.
Melalui komitmen bersama tersebut, pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat koordinasi mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. Penanganan stunting tidak hanya menjadi urusan sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai perangkat daerah dan unsur masyarakat.
Pemkab Purworejo menempatkan komitmen tersebut sebagai bagian dari penguatan upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor dan peningkatan akses pelayanan bagi masyarakat.
Editor: Eddie Prayitno