Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Regenerasi Petani Jadi Sorotan, Anak Muda Diajak Melihat Pertanian dari Sudut Pandang Baru
Advertisement . Scroll to see content

Piala Sri Murtono Bukan Sekadar Lomba, Ada Misi Regenerasi Teater

Minggu, 27 September 2026 | 15:06 WIB
  • author Eddhie Prayitno
Piala Sri Murtono Bukan Sekadar Lomba, Ada Misi Regenerasi Teater
Pemenanng Festival Teater Pelajar Piala Sri Murtono se-Jawa Tengah. dokumenn

KENDAL,iNewsPantura.id — Naskah-naskah teater karya Sri Murtono kembali menemukan panggungnya. Kali ini, karya tokoh teater tersebut dihidupkan melalui kreativitas generasi muda dalam Festival Teater Pelajar Piala Sri Murtono se-Jawa Tengah di PUPR Kendal, Sabtu (26/9/2026) malam.

Lima kelompok teater pelajar yang lolos ke babak final mendapat tantangan untuk mengadaptasi naskah orisinal Sri Murtono. Mereka tidak hanya dituntut mampu memainkan karakter, tetapi juga menerjemahkan karya tersebut ke dalam pertunjukan yang dapat diterima penonton masa kini.

Festival yang digelar Pelataran Sastra Kaliwungu (PSK) Kendal itu sebelumnya diikuti 16 kelompok dari 11 kabupaten/kota. Para peserta mengikuti rangkaian workshop naskah dan keaktoran, seleksi video, hingga akhirnya lima kelompok terbaik tampil di panggung final.

Presiden PSK Bahrul Ulum A Malik mengatakan festival tersebut sengaja membawa nama Sri Murtono untuk mengenalkan kembali kiprah putra daerah dalam perkembangan teater modern.

“Ini upaya kami menghidupkan dan mengenalkan kembali putra daerah yang memiliki kiprah luar biasa dalam dunia teater modern,” tegas Bahrul.

Menurutnya, proses festival tidak hanya berhenti pada pertunjukan. Para pelajar mendapat kesempatan belajar sejak memahami naskah, membangun karakter, berlatih, hingga mempertanggungjawabkan penampilan di hadapan dewan juri.

Kepala Balai Bahasa Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, melihat panggung teater sebagai ruang pembelajaran yang lengkap bagi pelajar.

Selain kemampuan seni peran, teater melatih peserta mengolah emosi, menggunakan bahasa, membangun kekompakan, dan mengembangkan kreativitas.

“Saya baru hari ini menyaksikan teater dari awal sampai akhir. Luar biasa. Ternyata latihan yang dilakukan tidak sampai satu bulan, tetapi hasilnya sangat baik,” katanya.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan penggunaan nama Sri Murtono dalam festival tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar identitas perlombaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara mempertemukan generasi muda dengan warisan pemikiran dan perjuangan tokoh teater.

“Festival ini bukan sekadar ajang kompetisi seni untuk memperoleh hadiah. Lebih dari itu, ini ikhtiar merawat, mengingat kembali dan menghidupkan warisan pemikiran serta perjuangan almarhum Sri Murtono,” tegasnya.

Dari panggung final tersebut, Teater Apotek SMK Duta Karya Kudus berhasil meraih juara pertama. Teater Sansa SMA Negeri 1 Purwanegara Banjarnegara berada di posisi kedua, sedangkan Teater Pena Fiksi SMK Bina Utama Kendal menjadi juara ketiga.

Juara empat diraih Teater Cakrawala SMA Negeri 6 Purworejo dan juara lima Teater Emas MAN 1 Tegal.

Bagi penyelenggara, keberhasilan festival bukan hanya ditentukan oleh siapa yang membawa pulang piala. Lebih jauh, panggung tersebut diharapkan menjadi titik tumbuh bagi generasi baru yang mengenal, memainkan, sekaligus meneruskan tradisi teater di Jawa Tengah.

Di tengah perkembangan hiburan digital yang semakin cepat, panggung teater pelajar menjadi salah satu ruang untuk menjaga agar karya dan sejarah teater daerah tetap memiliki tempat di kalangan generasi muda.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut