Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mobil Alya Diduga Ditarik Paksa, Warga Pati Laporkan Pegawai Finance ke Polda Jateng
Advertisement . Scroll to see content

Hari Jadi ke-192 Temanggung, 20 Agenda Budaya hingga Konser Rakyat Disiapkan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:21 WIB
  • author Didik Dono Hartono
Hari Jadi ke-192 Temanggung, 20 Agenda Budaya hingga Konser Rakyat Disiapkan
Bupati Temanggung memberikan hadiah kepada pemenang lomba sayembara Logo HUT Kabupaten Temanggung ke 192. dokumen

TEMANGGUNG,iNewsPantura.id – Pemerintah Kabupaten Temanggung mulai menggelar rangkaian peringatan Hari Jadi ke-192 tahun 2026. Mengusung tema “Bhumi Phala Rahayuning Praja”, peringatan tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan terhadap sejarah, melestarikan budaya, sekaligus menjadikan kekayaan alam sebagai pijakan pembangunan daerah.

Rangkaian peringatan tersebut diawali dengan peluncuran logo Hari Jadi ke-192 di Pendopo Pengayoman, Sabtu (10/10/2026) malam. Sekitar 20 kegiatan budaya, olahraga, kesenian, keagamaan, hingga hiburan rakyat disiapkan untuk menyemarakkan hari jadi yang puncaknya berlangsung pada November mendatang.

Ketua Panitia Hari Jadi ke-192 Temanggung yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Temanggung, Tri Winarno, mengatakan berbagai kegiatan tersebut akan digelar di sejumlah wilayah, antara lain Temanggung, Parakan, Kranggan, Ngadirejo, dan Bejen.

Sejumlah agenda yang disiapkan di antaranya Mujahadah Wali Kutub di Parakan pada 17 Oktober, Festival Literasi, Parakan Night Festival, serta Merti Tirta Liyangan di Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo.

Selain itu, masyarakat dapat menyaksikan berbagai kegiatan olahraga dan kesenian, seperti Kejurkab Menembak, Liga Futsal Pelajar, Pagelaran Wayang Saradhadhu, Dolan Ning Pasar, Kontes Domba di Kranggan, Festival Film, Lomba Tembang Kenangan, KPID Awards, hingga Trabas di Bejen.

Rangkaian kegiatan juga akan diisi Kirab Boyong Menoreh dan Ganti Songsong pada 9 November. Selanjutnya, Jalan Sehat dan Konser 192 dijadwalkan pada 22 November, sebelum ditutup dengan Lomba Burung Kicau pada 29 November 2026.

“Berbagai kegiatan tersebut tersebar di sejumlah wilayah seperti Temanggung, Parakan, Kranggan, Ngadirejo, dan Bejen. Adapun tema mengandung makna menjadikan kekayaan alam dan warisan budaya lokal sebagai pijakan utama untuk melangkah ke depan, sekaligus menjadi bentuk refleksi, penghormatan sejarah, serta dorongan kuat bagi pembangunan daerah,” kata Tri Winarno.

Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menegaskan peringatan hari jadi tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi juga kesempatan untuk mengenang sejarah dan perjuangan para pendahulu dalam merintis Kabupaten Temanggung.

Menurutnya, pemahaman terhadap sejarah daerah penting ditanamkan kepada generasi muda agar tumbuh rasa memiliki dan kecintaan terhadap tanah kelahiran.

Agus juga mengapresiasi seluruh peserta sayembara logo Hari Jadi ke-192. Logo terpilih merupakan karya Dany Noviyanto, warga Kelurahan Jampirejo, Kabupaten Temanggung.

“Dari ratusan karya yang dibuat anak-anak Temanggung, luar biasa bagus-bagus semua, tetapi kami harus memilih satu. Harapannya, dari hari jadi ada sisi sejarah, ada perjalanan panjang Kabupaten Temanggung, sehingga anak-anak sekarang bisa kita ingatkan kembali lahirnya sebuah kabupaten yang kita cintai,” ungkap Agus.

Dany Noviyanto mengungkapkan, konsep logo Hari Jadi ke-192 Temanggung telah dipikirkannya sejak sekitar setahun lalu. Ia merancang logo dengan memadukan sejumlah simbol yang mencerminkan karakter, potensi alam, dan perjalanan daerah.

Sekilas, bentuk logo tersebut menyerupai nyala api. Namun, di dalamnya terdapat perpaduan elemen gunungan, api, tunas, dan daun yang disatukan menjadi identitas visual dengan beragam makna.

“Sejak setahun lalu, konsep logo ini sudah saya pikirkan. Kami tidak ingin sekadar menggambar gunung sebagai gunung, daun sebagai daun, atau api sebagai api. Kami ingin menyatukan simbol-simbol itu menjadi satu identitas baru yang memiliki banyak lapisan makna,” jelas Dany.

Salah satu unsur yang menonjol adalah gerakan vertikal dari bawah ke atas. Bentuk tersebut menggambarkan perjalanan dari akar menuju pertumbuhan serta dari masa lalu menuju masa depan.

Filosofi ini sekaligus menegaskan bahwa kemajuan daerah harus tetap berpijak pada sejarah dan identitas lokal. Kekayaan alam serta warisan budaya tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga modal penting untuk membangun Temanggung secara berkelanjutan.

Melalui rangkaian Hari Jadi ke-192, Pemerintah Kabupaten Temanggung berharap masyarakat dapat terlibat aktif dalam berbagai kegiatan, semakin mengenal sejarah daerah, serta menjaga tradisi dan lingkungan sebagai bagian dari upaya mewujudkan masa depan Temanggung yang lebih baik.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut