Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Badai El-Nino Bakal Mengancam, Pemerintah Diminta Tambah Stok Beras
Advertisement . Scroll to see content

Harga Beras di Pasar Kendal Tembus Rp 14.500, HET Terlampaui Meski Stok Bulog Aman

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:21 WIB
  • author Eddhie Prayitno
Harga Beras di Pasar Kendal Tembus Rp 14.500, HET Terlampaui Meski Stok Bulog Aman
Sidak di Pasar Kendal. dokumen

KENDAL,iNewsPantura.id – Klaim ketersediaan stok beras yang aman belum sejalan dengan harga di tingkat konsumen. Di Pasar Kendal, harga beras medium masih menembus Rp 14.500 per kilogram, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 13.500 per kilogram.

Temuan tersebut mengemuka saat Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Satgasda melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Kendal. Selain beras medium, harga beras premium juga ditemukan melampaui ketentuan pemerintah.

Beras medium dijual dengan harga Rp 14.000–Rp 14.500 per kilogram. Adapun beras premium dipasarkan Rp 15.000–Rp 15.500 per kilogram, sedangkan HET beras premium di wilayah Jawa ditetapkan Rp 14.900 per kilogram.

Kondisi ini menjadi perhatian karena beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat. Selisih harga hingga Rp 1.000 per kilogram untuk beras medium berpotensi menambah pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat yang mengandalkan beras sebagai konsumsi utama sehari-hari.

Staf Bapanas Semarang, Andi Nugroho, mengatakan ketersediaan stok beras di Bulog masih mencukupi. Pemerintah juga memiliki program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk membantu menjaga pasokan sekaligus menekan harga di pasaran.

“Stok beras di Bulog masih aman,” ujar Andi.

Menurut dia, pemerintah terus mengupayakan pengendalian harga melalui koordinasi dengan Bulog dan pemangku kepentingan terkait. Pasokan dengan harga lebih terjangkau diharapkan dapat membantu pedagang menyediakan beras sesuai ketentuan.

“Sehingga harga beras di pasar bisa sesuai dengan HET,” katanya.

Andi menegaskan, pedagang perlu mematuhi ketentuan HET sebagai batas tertinggi harga jual sesuai regulasi yang berlaku. Karena itu, pengawasan harga di tingkat pasar dinilai penting agar kebijakan pemerintah dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“HET itu harga eceran tertinggi. Jadi, harus menjadi acuan,” tegasnya.

Pemerintah juga berharap panen raya di wilayah Kendal dapat meningkatkan pasokan beras sehingga harga lebih terkendali. Tambahan hasil panen diharapkan memperlancar distribusi dan mengurangi tekanan harga di tingkat pedagang.

Dalam sidak tersebut, petugas turut memeriksa mutu beras dan label kemasan. Pedagang juga didorong memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk mendukung akses terhadap program beras pemerintah sesuai ketentuan.

Meski demikian, belum ada penjelasan terperinci mengenai langkah penindakan terhadap kios yang menjual beras di atas HET. Bapanas menyebut koordinasi dan rekomendasi kepada pihak terkait menjadi bagian dari upaya pengendalian harga.

Temuan ini memperlihatkan bahwa persoalan beras bukan semata soal ketersediaan stok. Pemerintah juga perlu memastikan pasokan tersalurkan dengan baik dan harga jual di tingkat konsumen tidak melampaui ketentuan. Dengan begitu, jaminan stok aman benar-benar diikuti kemampuan masyarakat membeli beras dengan harga terjangkau.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut