Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Airlangga Bagi-Bagi Mobil Listrik
Advertisement . Scroll to see content

Golkar Jateng Patok Target 12 Kursi DPRD Purworejo pada Pemilu 2029

Senin, 19 Oktober 2026 | 09:26 WIB
  • author Joe Hartoyo
Golkar Jateng Patok Target 12 Kursi DPRD Purworejo pada Pemilu 2029
Rakerda dan pendidikan politik DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo di Ballroom Hotel Plaza Purworejo. Dokumen

PURWOREJO,iNewsPantura.id – DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah mematok target perolehan 12 kursi DPRD Kabupaten Purworejo pada Pemilu 2029.

Target tersebut lebih tinggi dibandingkan target DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo yang membidik peningkatan perolehan kursi dari delapan menjadi 11 kursi.

Hal itu disampaikan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah, Sunanta, seusai menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dirangkai dengan pendidikan politik DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo di Ballroom Hotel Plaza Purworejo, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Sunanta, target 11 kursi yang disusun DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo perlu ditingkatkan menjadi 12 kursi. Dorongan tersebut juga muncul dalam forum Rakerda melalui masukan dari organisasi pendiri Partai Golkar, MKGR.

“Kalau dalam dokumen rencana awal targetnya 11 kursi. Namun, tadi dari organisasi yang mendirikan, MKGR, menyampaikan harus bisa 12 kursi,” kata Sunanta.

Ia menjelaskan, peningkatan perolehan kursi DPRD menjadi bagian penting dari persiapan Partai Golkar menghadapi agenda politik mendatang, terutama Pemilu 2029 dan pemilihan kepala daerah.

Menurutnya, keberhasilan dalam pemilihan legislatif akan menjadi modal politik bagi partai untuk menghadapi pilkada, baik apabila tetap menggunakan mekanisme pemilihan langsung maupun jika nantinya terdapat perubahan aturan yang mengatur pemilihan kepala daerah melalui DPRD.

“Pekerjaan politik itu yang pertama sukses Pileg, kemudian sukses Pilkada dan sukses Pilpres. Agenda-agenda inilah yang harus diraih Partai Golkar Kabupaten Purworejo,” ujarnya.

Terkait wacana pemilihan bupati melalui DPRD, Sunanta mengatakan pembahasannya masih berlangsung. Ia menyebut, dalam kegiatan bimbingan teknis dan konsolidasi tingkat nasional di Jakarta, muncul arah pembicaraan mengenai kemungkinan mekanisme tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa kepastian mekanisme pemilihan kepala daerah masih menunggu pembahasan undang-undang. Karena itu, Partai Golkar perlu mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan.

“Undang-undangnya masih dibahas. Arah pembicaraan para ketua partai di sana memang mengarah ke situ, tetapi kita juga belum tahu hasil akhirnya seperti apa,” jelasnya.

Sunanta berharap seluruh rumusan yang telah disepakati dalam Rakerda dapat ditindaklanjuti oleh jajaran pengurus Golkar Purworejo. DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, akan ikut memantau dan mengawasi pelaksanaan program agar target organisasi dapat tercapai.

“Kami dari provinsi berharap apa yang sudah disepakati dalam Rakerda ditindaklanjuti dan direalisasikan supaya target-target yang sudah dirumuskan bisa tercapai,” katanya.

Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo, Yuli Hastuti, menegaskan bahwa target 11 kursi DPRD pada Pemilu 2029 harus diwujudkan melalui kerja organisasi yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.

Saat menyampaikan arahannya dalam Rakerda, Yuli menyebut forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi sekaligus menyusun strategi pemenangan partai.

“Sebelas kursi adalah target yang harus diterjemahkan menjadi kerja-kerja organisasi. Kita harus bekerja berdasarkan data, perencanaan, evaluasi, komunikasi dengan masyarakat, kaderisasi, dan organisasi yang baik,” tegas Yuli.

Menurut Yuli, penguatan struktur partai hingga tingkat desa, kelurahan, dan lingkungan masyarakat menjadi prioritas. Silaturahmi secara rutin di tingkat kecamatan dan desa juga diperlukan untuk memperkuat komunikasi serta memastikan kader hadir di tengah masyarakat.

Selain konsolidasi, kaderisasi menjadi perhatian penting untuk menyiapkan generasi penerus yang memahami ideologi partai, menguasai persoalan masyarakat, serta memiliki kemampuan komunikasi politik yang baik. Keterlibatan generasi muda dan perempuan juga diharapkan semakin meningkat.

Yuli turut menekankan pemanfaatan teknologi informasi sebagai sarana komunikasi dengan masyarakat, penyampaian informasi publik, dan pendidikan politik. Menurutnya, Golkar perlu beradaptasi menjadi partai modern yang dekat dengan masyarakat.

Rakerda dan pendidikan politik tersebut juga dihadiri sejumlah perwakilan pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Tengah, yakni Imam Teguh Purnomo, Soenarno, M. Rafli Firmansyah, dan Kelik Susilo Ardani.

Kehadiran jajaran pengurus tingkat provinsi menjadi bagian dari koordinasi dan konsolidasi organisasi dalam menyelaraskan target serta program kerja menghadapi Pemilu 2029.

Melalui Rakerda tersebut, DPD Partai Golkar Kabupaten Purworejo merumuskan langkah penguatan struktur, kaderisasi, digitalisasi partai, serta peningkatan komunikasi dengan masyarakat. Target 11 kursi yang ditetapkan pengurus kabupaten pun mendapat dorongan dari tingkat provinsi agar ditingkatkan menjadi 12 kursi DPRD pada Pemilu 2029.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut