Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Breaking News, Bus Tabrak Mobil di Tol Pejagan–Pemalang, 1 Tewas dan 24 Luka
Advertisement . Scroll to see content

Mengaku Mutilasi Ayah Kandung, Polisi Geledah Rumah dan Bongkar Septic Tank di Brebes

Senin, 19 Oktober 2026 | 11:58 WIB
  • author Yunibar
Mengaku Mutilasi Ayah Kandung, Polisi Geledah Rumah dan Bongkar Septic Tank di Brebes
Polisi membawa pelaku HES dalam penggeledahan di rumah pelaku, di desa Kemukten, Kersana, Brebes, Minggu (18/10/2026) sore.

BREBES, iNewsPantura – Seorang pemuda berinisial HES (24), warga Desa Kemukten, Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menyerahkan diri ke polisi setelah mengaku membunuh dan memutilasi ayah kandungnya, Waslam (50) pada Kamis (15/10/2026).

Polisi kini masih menyelidiki pengakuan tersebut dengan mengumpulkan barang bukti, termasuk mengambil sampel bercak darah dan membongkar septic tank di rumah terduga pelaku.

Pengakuan HES tersebut masih didalami penyidik. Petugas gabungan dari Inafis Polres Brebes dan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah orang tua HES pada Minggu (18/10/2026) sore.

Dalam pemeriksaan awal, HES mengaku telah melakukan pembunuhan disertai mutilasi terhadap ayah kandungnya sekitar empat bulan lalu. Perbuatan itu disebut dilatarbelakangi kekesalannya terhadap sang ayah yang kerap memarahi ibunya.

HES menyerahkan diri ke Polsek Kersana pada Kamis (15/10/2026). Kepada polisi, ia mengaku memotong tubuh korban menjadi 10 bagian, kemudian membuangnya ke sungai secara bertahap.

Kapolsek Kersana AKP Teguh Adi Winarko mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kebenaran pengakuan HES dan mengumpulkan bukti-bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan di sejumlah lokasi yang berkaitan dengan pengakuan terduga pelaku.

Di rumah orang tua HES, petugas mengambil sampel bercak darah yang ditemukan di dalam rumah. Sementara di rumah HES yang menjadi lokasi kedua, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pisau dan palu.

Polisi juga membongkar septic tank yang berada tepat di teras rumah HES untuk mencari kemungkinan adanya barang bukti lain.

Kapolres Brebes AKBP Muhammad Ali Akbar mengatakan, olah TKP dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti yang sesuai dengan keterangan terduga pelaku.

“Olah TKP ini dilakukan untuk mencari dan mengumpulkan barang bukti yakni pisau dan palu sesuai dengan pengakuan pelaku,” ujar Muhammad Ali Akbar usai memimpin olah TKP, Minggu (18/10/2026) sore.

Terkait potongan tubuh korban yang menurut pengakuan HES telah dibuang ke sungai, polisi masih melakukan pencarian.

“Hingga saat ini, potongan tubuh korban masih dalam pencarian,” pungksnya.

Kasus ini turut menjadi perhatian warga setelah pengakuan HES viral di media sosial. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, Waslam sudah tidak terlihat oleh keluarga maupun tetangganya selama beberapa bulan terakhir.

Untuk menutupi keberadaan ayahnya, HES diduga sempat mengatakan kepada keluarga dan lingkungan sekitar bahwa Waslam sedang bekerja sebagai pedagang siomay di Kota Tegal.

Hingga kini, polisi masih mendalami pengakuan HES, memeriksa barang bukti yang ditemukan, serta melakukan pencarian terhadap potongan tubuh korban guna mengungkap secara lengkap peristiwa tersebut.

 

Editor: Yunibar SP

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut