Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Komitmen Tata Kelola, Semarang Raih Dua Penghargaan Hukum
Advertisement . Scroll to see content

Bonsai Tak Sekadar Hobi, Pemkot Semarang Bidik Peluang Ekonomi Kreatif dan Wisata

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:55 WIB
  • author Wisnu Wardhana
Bonsai Tak Sekadar Hobi, Pemkot Semarang Bidik Peluang Ekonomi Kreatif dan Wisata
Pelatihan Seni dan Budidaya Bonsai Batch I Tahun 2026. Dokumen

SEMARANG,iNewsPantura.id – Seni dan budidaya bonsai mulai dilirik sebagai peluang usaha kreatif yang dapat dikembangkan masyarakat Kota Semarang.

Tak hanya bernilai estetika, tanaman yang dibentuk dengan ketekunan dan kreativitas itu juga berpotensi menjadi daya tarik wisata berbasis tanaman hias.

Upaya mengembangkan potensi tersebut dilakukan Pemerintah Kota Semarang melalui Pelatihan Seni dan Budidaya Bonsai Batch I Tahun 2026 yang diselenggarakan Dinas Pertanian Kota Semarang bekerja sama dengan Akademi Bonsai Semarang (ABON SEMAR).

Pelatihan yang berlangsung selama 10 kali pertemuan itu resmi ditutup Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, di Skadron 11/AAJ Penerbad A. Yani, Semarang, Minggu (25/10/2026).

Sebanyak 50 peserta mengikuti program tersebut. Dari jumlah itu, 42 peserta mendapatkan pembiayaan dari Dinas Pertanian Kota Semarang, sedangkan delapan peserta lainnya mengikuti pelatihan secara mandiri.

Seluruh peserta dinyatakan lulus setelah menuntaskan rangkaian pelatihan dan menyelesaikan tugas akhir berupa karya bonsai. Mereka ditantang mengolah bahan tanaman yang sebelumnya belum berbentuk bonsai menjadi karya yang memiliki karakter dan nilai estetika.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, bonsai membutuhkan ketekunan, kreativitas, dan keterampilan. Karena itu, pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengenalan seni tanaman hias, tetapi juga menjadi bekal untuk membuka peluang usaha.

“Bonsai bukan sekadar tanaman hias, tetapi juga karya seni yang membutuhkan ketekunan, kreativitas, dan keterampilan. Kami berharap pelatihan ini bisa menjadi bekal bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi diri sekaligus membuka peluang usaha,” kata Agustina.

Menurut dia, pengembangan tanaman hias juga dapat mendukung sektor pariwisata Kota Semarang. Potensi itu bisa dikembangkan melalui pameran bonsai, kegiatan komunitas, serta berbagai agenda kreatif yang menggabungkan seni dan pertanian.

Dengan demikian, budidaya bonsai diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat, sekaligus memperluas pemanfaatan potensi pertanian di perkotaan.

Founder ABON SEMAR, Alex Efendi, mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya memperkenalkan seni bonsai kepada masyarakat sekaligus membekali peserta dengan keterampilan mengolah tanaman menjadi karya bernilai jual.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin peserta tidak hanya mengenal bonsai sebagai hobi, tetapi juga memahami seni pembentukan dan budidayanya. Harapannya, keterampilan yang diperoleh bisa dikembangkan menjadi peluang usaha dan ditularkan kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Alex.

Selama pelatihan, peserta mempelajari teknik pembentukan bonsai hingga mampu menghasilkan karya dengan karakter dan nilai estetika. Hasil karya mereka kemudian dipamerkan dalam acara penutupan sebagai bagian dari evaluasi keterampilan.

Proses membentuk bonsai membutuhkan waktu, ketelitian, dan kreativitas. Nilai ekonominya juga dipengaruhi kualitas bentuk, karakter tanaman, serta minat pasar. Keterampilan tersebut menjadi modal bagi peserta untuk mengembangkan bonsai, baik sebagai hobi maupun usaha.

Dalam acara penutupan, Agustina bersama jajaran penyelenggara menyerahkan trofi dan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik. Kartu tanda anggota ABON SEMAR juga diserahkan secara simbolis kepada peserta.

Agustina kemudian meninjau karya bonsai yang dipamerkan. Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Soti'ah, perwakilan organisasi perangkat daerah, perwakilan Skadron 11/AAJ Penerbad A. Yani, pengurus ABON SEMAR, serta para peserta.

Pelatihan Batch I Tahun 2026 diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas pengembangan seni dan budidaya bonsai di Semarang. Dinas Pertanian Kota Semarang bersama ABON SEMAR merencanakan kelanjutan program melalui Batch II pada 2027.

Melalui pelatihan berkelanjutan, keterampilan masyarakat dalam membudidayakan dan membentuk bonsai diharapkan berkembang menjadi peluang usaha, mendukung penghijauan lingkungan, sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya wisata berbasis tanaman hias di Kota Semarang.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut