Hari Pertama Operasi Patuh Candi, 79 Pelanggaran di Kebumen Terekam ETLE
KEBUMEN,iNewsPantura.id – Puluhan pengendara di Kabupaten Kebumen tercatat melakukan pelanggaran lalu lintas pada hari pertama Operasi Patuh Candi 2026.
Polres Kebumen mencatat sebanyak 79 pelanggaran terekam kamera Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), sementara 35 pelanggaran lainnya ditindak dengan teguran.
Data Posko Operasi Patuh Candi 2026 Polres Kebumen pada Senin (26/10/2026) tersebut menjadi gambaran awal kepatuhan pengguna jalan di wilayah setempat. Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, difokuskan untuk meningkatkan disiplin berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan.
Kapolres Kebumen AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan, keselamatan harus menjadi perhatian utama setiap pengguna jalan. Karena itu, masyarakat diingatkan untuk tidak sekadar mematuhi aturan saat ada petugas, tetapi menjadikan tertib berlalu lintas sebagai kebiasaan.
“Keselamatan harus menjadi prioritas setiap pengguna jalan. Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan berkendara dengan tertib,” kata AKBP Rachmad, Selasa (27/10/2026).
Ia mengingatkan sejumlah perilaku berisiko yang harus dihindari pengendara, di antaranya menggunakan telepon seluler saat berkendara, melawan arus, serta melebihi batas kecepatan. Pengendara sepeda motor juga diwajibkan menggunakan helm berstandar SNI, sedangkan pengemudi mobil harus mengenakan sabuk pengaman.
Menurutnya, pelanggaran lalu lintas tidak hanya berpotensi berujung pada penindakan, tetapi juga dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. Kesadaran untuk menaati aturan menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko kecelakaan.
Penggunaan ETLE menjadi salah satu sarana untuk memantau pelanggaran lalu lintas. Melalui sistem tersebut, pelanggaran yang tertangkap kamera dapat tercatat tanpa harus selalu bergantung pada keberadaan petugas di lokasi.
Polres Kebumen berharap masyarakat ikut mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Candi dengan membangun budaya berkendara yang aman dan tertib. Kepatuhan terhadap rambu, batas kecepatan, serta penggunaan perlengkapan keselamatan diharapkan dapat menekan potensi kecelakaan selama operasi maupun setelahnya.
Operasi Patuh Candi 2026 masih berlangsung hingga 8 November mendatang. Masyarakat diimbau menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan dalam setiap perjalanan, bukan semata-mata karena adanya pengawasan atau penindakan dari petugas.
Editor: Eddie Prayitno