Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Atap SDN Banyuurip Rampung Diperbaiki, Revitalisasi Masuk Tahap Finishing
Advertisement . Scroll to see content

Legenda Sendang Tulang Bawang Kendal Tampil di TMII, Kenalkan Sejarah Lokal ke Panggung Nasional

Senin, 02 November 2026 | 09:52 WIB
  • author Eddhie Prayitno
Legenda Sendang Tulang Bawang Kendal Tampil di TMII, Kenalkan Sejarah Lokal ke Panggung Nasional
Pentas darama tari duta kesenian Kendal di TMII Anjungan Jawa Tengah. eddie prayitno/ iNews

KENDAL,iNewsPantura.id – Legenda Sendang Tulang Bawang dari Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, diperkenalkan kepada masyarakat nasional melalui sendratari Songgo Puro.

Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari Pentas Duta Seni Kabupaten Kendal 2026 di Anjungan Jawa Tengah, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (1/11/2026).

Sendratari ini mengangkat kisah perjalanan Kiai Tulang Bawang bersama istrinya, Nyai Tulang Bawang, dan para prajurit pada akhir masa Kerajaan Majapahit. Cerita yang berkaitan dengan asal-usul sumber kehidupan masyarakat tersebut dikemas dalam pertunjukan seni tari dan drama.

Pementasan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kendal memperkenalkan kekayaan cerita rakyat dan sejarah lokal kepada masyarakat di luar daerah. Tidak hanya menampilkan kesenian tradisional, pertunjukan tersebut juga membawa identitas budaya Kendal ke panggung nasional.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, Songgo Puro memiliki arti penopang kehidupan. Melalui cerita tersebut, masyarakat diajak mengenal salah satu legenda yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Kendal.

Dia berharap, pementasan ini dapat meningkatkan pengenalan seni budaya asli Kendal sekaligus menarik minat wisatawan dan pemerhati kesenian untuk berkunjung.

Menurutnya, potensi Kendal tidak hanya terletak pada sektor budaya dan pariwisata, tetapi juga ekonomi dan investasi. Bahkan, capaian investasi Kabupaten Kendal saat ini menjadi yang tertinggi di Jawa Tengah.

Karena itu, dia mengajak masyarakat Kendal, termasuk warga yang tinggal di luar daerah, untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan.

"Kami mengajak kita semua untuk bersinergi dan berkolaborasi. Pemikiran maupun ide-ide kreatif tentunya sangat berharga bagi kami. Mari bersama-sama memajukan Kabupaten Kendal untuk kesejahteraan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Anjungan Jawa Tengah TMII Niken Rahardina mengatakan, Anjungan Jawa Tengah diharapkan menjadi ruang pertemuan antara seni tradisi dan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan pentas seni daerah memiliki peran penting dalam memperkuat apresiasi publik terhadap kebudayaan sekaligus mendorong pewarisan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, berkomitmen menjadikan Anjungan Jawa Tengah sebagai ruang representasi, aktualisasi, dan promosi kebudayaan daerah. Dia juga menyampaikan permohonan maaf apabila fasilitas sarana dan prasarana yang disediakan masih memiliki kekurangan.

Pentas tersebut juga menjadi ajang silaturahmi bagi warga Kendal yang tinggal di perantauan. Ketua Paguyuban Kerabat Kendal, Letjen TNI (Purn) HM Munir mengatakan, terdapat 16 komunitas dari 20 kecamatan di Kendal yang berada di wilayah Jabodetabek dan selama ini tetap menjalin komunikasi.

"Pentas kesenian di TMII menjadi ajang silaturahmi sekaligus temu kangen dengan warga Kendal yang ada di perantauan dan bupati," ujarnya.

Melalui Pentas Duta Seni Kabupaten Kendal 2026, legenda Sendang Tulang Bawang diharapkan semakin dikenal masyarakat luas. Pengenalan cerita lokal melalui panggung seni ini sekaligus menjadi upaya menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut