Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Rem Truk Box Diduga Blong, Pejalan Kaki di Cepiring Kendal Tertabrak
Advertisement . Scroll to see content

707 Pebulutangkis dari Delapan Negara Bersaing di MilkLife Superliga Junior 2026

Selasa, 03 November 2026 | 18:36 WIB
  • author Nur Choiruddin
707 Pebulutangkis dari Delapan Negara Bersaing di MilkLife Superliga Junior 2026
MilkLife Superliga Junior 2026 di GOR Djarum, Jati, Kudus . Nur Choiruddin/iNews

KUDUS, iNewsPantura.id – Sebanyak 707 pebulutangkis muda dari delapan negara mengikuti MilkLife Superliga Junior 2026 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, 2–8 November.

Turnamen beregu ini mempertandingkan empat kelompok usia, mulai U-13 hingga U-19, dengan total hadiah lebih dari Rp1,4 miliar.

Delapan negara peserta yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, China, China Taipei, Polandia, dan Amerika Serikat. Mereka akan bersaing dalam kategori putra dan putri dengan format pertandingan beregu seperti Piala Thomas dan Uber.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan turnamen ini menjadi wadah bagi atlet muda untuk memperoleh pengalaman bertanding beregu sekaligus mengasah mental menghadapi tekanan kompetisi.

Menurutnya, pengalaman tersebut penting sebagai bekal sebelum atlet tampil di level internasional. Melalui pertandingan beregu, kemampuan pemain dalam menjaga konsistensi dan menghadapi situasi kritis di lapangan dapat teruji sejak usia dini.

Direktur Superliga, Achmad Budiharto, mengatakan persaingan tahun ini diperluas dengan melibatkan klub mancanegara di kelompok U-15, U-17, dan U-19. Jika sebelumnya keikutsertaan tim asing terbatas pada dua kelompok usia tertinggi, tahun ini kesempatan tersebut juga diberikan di kategori U-15.

Selain itu, turnamen ini mulai menguji sistem penghitungan poin terbaru Badminton World Federation (BWF), yakni tiga gim dengan masing-masing 15 poin atau 3x15 rally point system. Sistem tersebut dijadwalkan mulai diterapkan BWF pada Januari 2027.

Di kelompok U-13, para peserta memperebutkan Piala Tontowi Ahmad untuk sektor putra dan Piala Liliyana Natsir untuk putri. Sementara kelompok U-15 memperebutkan Piala Sigit Budiarto dan Piala Maria Kristin Yulianti.

Adapun kelompok U-17 memperebutkan Piala Haryanto Arbi dan Piala Yuni Kartika. Di kelompok U-19, para peserta bersaing untuk meraih Piala Liem Swie King dan Piala Susy Susanti.

Manager Tim PB Djarum, Fung Permadi, menilai kehadiran China sebagai salah satu peserta internasional membuat persaingan semakin dinamis. Meski Thailand tidak ambil bagian tahun ini, PB Djarum tetap mewaspadai kekuatan China dan China Taipei.

PB Djarum, yang tahun lalu meraih gelar juara U-15 putra dan U-19 putra, berupaya mempertahankan pencapaian tersebut. Salah satu andalan mereka di kelompok U-19 putra adalah Radithya Bayu Wardhana, yang baru meraih gelar juara BWF World Junior Championship 2026.

Radithya menyebut PB Jaya Raya sebagai salah satu pesaing yang perlu diwaspadai dari dalam negeri. Ia berharap dapat tampil maksimal dan menyumbangkan poin bagi timnya.

Sementara itu, atlet PB Djarum U-19 putri, Atresia Naufa Candani, menilai kekompakan tim dan kekuatan mental menjadi faktor penting dalam pertandingan beregu. Ia optimistis timnya mampu bersaing dengan klub-klub luar negeri.

Melalui penyelenggaraan turnamen ini, para atlet muda diharapkan tidak hanya mengejar gelar juara, tetapi juga memperoleh pengalaman dan kematangan bertanding sebagai bekal menuju jenjang kompetisi yang lebih tinggi.

 

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut