Buntut Dugaan Penyadapan Prabowo, Gerindra Semarang Gelar Apel Siaga dan Deklarasikan Dukungan
SEMARANG, iNewsPantura.id – DPC Partai Gerindra Kota Semarang menggelar apel siaga sekaligus deklarasi dukungan kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Kegiatan tersebut menjadi bentuk konsolidasi kader menyikapi dinamika politik nasional, termasuk mencuatnya kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Prabowo.
Apel siaga yang digelar di depan Kantor DPC Partai Gerindra Kota Semarang, kawasan Jalan Majapahit-Jalan Supriyadi, itu diikuti jajaran pengurus dan kader partai dari berbagai tingkatan.
Dalam kegiatan tersebut, para kader membacakan deklarasi dukungan kepada Prabowo yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Gerindra. Mereka menyatakan komitmen menjaga soliditas organisasi serta mengawal kepemimpinan dan program pemerintahan Prabowo.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso, mengatakan apel siaga tersebut bertujuan memperkuat kekompakan seluruh struktur partai, mulai dari DPC, Pimpinan Anak Cabang (PAC), ranting, anak ranting, organisasi sayap, badan partai hingga kader dan simpatisan.
"Kegiatan apel kader ini untuk menyiapkan kekompakan, kesolidan kader yang ada di struktur Partai Gerindra, baik itu DPC, PAC, ranting, anak ranting, sayap partai, badan maupun kader dan simpatisan," ujar Joko.
Menurut Joko, konsolidasi internal tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sebagai partai yang dipimpin Prabowo, Gerindra memiliki tanggung jawab untuk mengawal program pemerintah agar berjalan sesuai amanat konstitusi.
Ia menyebut dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo menjadi salah satu persoalan nasional yang mendapat perhatian kader Gerindra.
Joko menilai dugaan tindakan tersebut merupakan persoalan serius yang harus diusut secara menyeluruh. Ia meminta aparat penegak hukum tidak hanya mengungkap pihak yang diduga menjadi pelaksana, tetapi juga pihak yang memerintahkan serta motif di balik tindakan tersebut.
"Ketika kita tahu di beberapa waktu yang lalu ada yang mencoba untuk menyadap Pak Prabowo sebagai presiden, itu adalah sebuah pengkhianatan bangsa," katanya.
Ia mendorong kepolisian mengusut perkara tersebut hingga tuntas agar seluruh pihak yang terlibat dapat terungkap secara terang.
"Kita mendorong penegak hukum, dalam hal ini kepolisian, untuk mengusut tuntas. Tidak hanya eksekutornya yang saat ini menjadi tersangka, tetapi yang menyuruh dan apa motif di balik itu supaya bisa dibuka dengan lebar supaya masyarakat tahu apa motif di balik itu," tegasnya.
Joko berharap kepolisian dapat menjalankan tugas sesuai amanat undang-undang dan konstitusi sehingga penanganan perkara tersebut berlangsung transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.
Gerindra Jateng Ingatkan Pentingnya Stabilitas Nasional
Sementara itu, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Djoni Kristijanto, turut menyoroti dinamika politik nasional. Ia mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas politik dan keamanan agar tidak terjadi gejolak yang berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat.
Djoni menyinggung sejumlah narasi di media sosial yang menurutnya mengarah pada keinginan menciptakan kerusuhan di Indonesia. Ia membandingkan kekhawatiran tersebut dengan situasi kerusuhan yang terjadi di sejumlah negara Eropa, seperti Prancis, Inggris, Belgia, dan Italia.
Menurutnya, apabila kondisi serupa terjadi di Indonesia, dampaknya tidak hanya dirasakan dalam bidang politik, tetapi juga dapat mengganggu berbagai sektor kehidupan masyarakat.
"Kita sama-sama paham bahwa ada mulai disampaikan terutama di media-media sosial yang menginginkan Indonesia rusuh seperti di Eropa hari ini. Padahal kalau terjadi hal yang sama di Indonesia hari ini, enggak ada kebaikan sama sekali untuk rakyat," ungkap Djoni.
Ia menjelaskan, ketidakstabilan politik dan keamanan berpotensi menghambat distribusi pangan, mengganggu pasokan energi hingga memengaruhi pelayanan kesehatan.
"Distribusi pangan pasti akan bermasalah. Permasalahan energi pasti akan bermasalah, termasuk kesehatan juga akan bermasalah," lanjutnya.
Djoni juga menyinggung dugaan penyadapan terhadap Prabowo. Ia mempertanyakan pihak yang diuntungkan dari persoalan tersebut dan meminta berbagai dugaan yang berkembang ditelusuri lebih lanjut.
Dalam kesempatan itu, Djoni turut menyebut adanya informasi mengenai rencana kerusuhan pada 10 November. Namun, ia tidak menjelaskan sumber informasi maupun pihak yang diduga berada di balik rencana tersebut.
Menurutnya, situasi politik yang tidak stabil berpotensi dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mengambil keuntungan, termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam dan keuangan negara.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Djoni mengatakan Partai Gerindra akan memperkuat konsolidasi internal sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai elemen bangsa.
Konsolidasi tersebut rencananya melibatkan partai politik lain, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan hingga organisasi kemahasiswaan.
Menurut Djoni, persatuan nasional tidak bisa dibangun oleh satu kelompok saja. Diperlukan keterlibatan berbagai elemen masyarakat agar bangsa tidak mudah terpecah akibat perbedaan kepentingan maupun isu yang berkembang.
"Partai Gerindra akan mengonsolidasikan diri dan nanti akan bersama dengan elemen-elemen bangsa yang lain, partai politik yang lain, ormas kemahasiswaan, ormas kepemudaan. Kita akan konsolidasikan bersama bahwa pembangunan dan kesuksesan pembangunan negara kita hanya akan bisa diperoleh ketika ada stabilitas politik, ada persatuan nasional," jelasnya.
Ia mengingatkan, masyarakat yang terpecah belah dan mudah diadu domba dapat membuka peluang bagi pihak-pihak tertentu untuk memanfaatkan situasi demi kepentingan pribadi maupun kelompok.
Djoni kemudian mengutip istilah yang pernah disampaikan Prabowo mengenai pihak-pihak yang mengambil keuntungan ketika sebuah negara berada dalam situasi krisis.
"Ketika kita terpecah-pecah, mudah diadu domba, pasti sesuatu yang buruk-buruk yang diinginkan oleh mereka yang selalu ingin merampok. Istilah kalau di militer itu ada seperti disampaikan Pak Prabowo, rampoklah rumah yang sedang terbakar," tuturnya.
Karena itu, Djoni mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan nasional dan mendukung stabilitas politik demi keberlangsungan pembangunan.
"Kami selaku pengurus DPD Partai Gerindra Provinsi Jawa Tengah selalu akan menganjurkan, ayo bersama kita membangun persatuan nasional. Kita bangun persatuan nasional kita untuk kemudian mampu bersama-sama dipimpin oleh presiden untuk mencapai masyarakat adil dan makmur yang dicita-citakan," pungkasnya.
Editor: Suryo Sukarno