SEMARANG, iNewsPantura.id - Kinerja pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) Polrestabes Semarang sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren positif.
Berdasarkan hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) akhir tahun, angka kejahatan di Kota Semarang tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Syahduddi menyampaikan, sepanjang 2025 jumlah gangguan kamtibmas tercatat sebanyak 1.819 kasus, turun drastis dibandingkan tahun 2024.
Penurunan tersebut mencakup berbagai kejahatan konvensional seperti pembunuhan, penganiayaan, pencurian, penipuan, hingga tindak pidana lainnya.
“Sepanjang tahun 2025, situasi kamtibmas di Kota Semarang relatif aman dan kondusif. Angka kriminalitas menurun cukup signifikan berkat kerja keras seluruh jajaran,” ungkapnya dalam rilis akhir tahun di Mapolrestabes Semarang, Rabu (31/12/2025).
Meski jumlah laporan polisi mengalami penurunan, kinerja penyelesaian perkara justru meningkat, dia menuturkan tahun 2024, dari 1.460 laporan polisi, sebanyak 1.074 perkara berhasil diselesaikan.
Sementara pada tahun 2025, dari 1.415 laporan polisi, Polrestabes Semarang berhasil menyelesaikan 1.771 perkara, termasuk tunggakan kasus tahun sebelumnya.
“Kami tidak hanya fokus pada perkara baru, tetapi juga menuntaskan tunggakan perkara lama agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum,” tegasnya.
Penanganan tindak pidana tertentu juga menunjukkan tren penurunan. Pada tahun 2024 tercatat 1.914 kasus dengan 1.779 perkara diselesaikan, sedangkan pada tahun 2025 jumlah kasus menurun menjadi 896 perkara dengan tingkat penyelesaian mencapai 82 persen.
“Penurunan jumlah perkara ini tidak lepas dari peningkatan kegiatan pencegahan, patroli rutin, serta peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungannya,” katanya.
Selain penegakan hukum, sambungnya, pendekatan preventif dan pelayanan publik terus diperkuat. Gangguan ketertiban masyarakat berbasis komunitas menurun dari 7.048 kasus pada 2024 menjadi 5.395 kasus pada 2025 atau turun sekitar 23 persen.
“Kami mengedepankan langkah preemtif melalui edukasi, pembinaan, dan optimalisasi peran Bhabinkamtibmas agar potensi gangguan bisa dicegah sejak dini,” ungkapnya.
Namun demikian, data kecelakaan lalu lintas menunjukkan tren peningkatan. Jumlah korban meninggal dunia meningkat dari 84 orang pada 2024 menjadi 108 orang pada 2025, disertai kenaikan korban luka dan kerugian materiil.
“Angka kecelakaan lalu lintas ini menjadi perhatian serius kami, sehingga operasi kepolisian di bidang lalu lintas terus kami intensifkan,” tambahnya.
Sepanjang tahun 2025, dia juga menambahkan, polrestabes Semarang juga melaksanakan berbagai operasi kepolisian dan kegiatan pengamanan, mulai dari pengamanan hari besar keagamaan, aksi unjuk rasa, konser musik, hingga pertandingan sepak bola PSIS Semarang. Sejumlah kasus menonjol, termasuk aksi anarkis dan penyebaran konten provokatif, berhasil diungkap dan diproses sesuai ketentuan hukum.
“Intinya kami akan terus berkomitmen menegakkan hukum secara profesional dan humanis demi menjaga stabilitas keamanan Kota Semarang,” pungkasnya.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
