Banjir Luapan Sungai Waridin Belum Surut, Lima Kecamatan di Kendal Terendam

Eddhie Prayitno
Warga melintas digenangan banjir di Desa Kebonadem Brangson. Eddie prayitno/iNews

KENDAL, iNewsPantura.id  – Genangan banjir akibat luapan Sungai Waridin di Kecamatan Brangsong hingga Jumat (16/1/2026) belum menunjukkan tanda-tanda surut. Ketinggian air di sejumlah titik masih mencapai satu meter dan terus meluas ke wilayah di sekitar aliran sungai. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga mengungsi, terutama keluarga yang memiliki lansia dan anak-anak.

Hujan yang masih turun membuat warga khawatir debit air kembali meningkat. Sejumlah rumah di wilayah terdampak mulai terendam cukup tinggi sehingga tidak lagi aman untuk ditinggali.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal mencatat, banjir saat ini menggenangi lima kecamatan, yakni Kecamatan Ngampel, Pegandon, Brangsong, Kota Kendal, dan Kaliwungu Selatan. Banjir disebabkan curah hujan yang tinggi disertai meluapnya sejumlah sungai besar di wilayah Kendal yang tidak mampu menahan debit air.

Luapan Sungai Waridin dilaporkan terus meluas. Desa Kumpulrejo di Kecamatan Kaliwungu dan Desa Sidorejo di Kecamatan Brangsong yang sebelumnya aman dari banjir, sejak Jumat subuh mulai tergenang air. Ketinggian air di kedua desa tersebut mencapai sekitar 70 sentimeter, bahkan di beberapa titik mencapai satu meter.

Sebagian warga memilih bertahan di rumah, namun tidak sedikit yang mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman. Aparat kepolisian dari Polres Kendal menyisir lokasi-lokasi terparah untuk mengevakuasi warga rentan, khususnya lansia dan anak-anak. Petugas gabungan dari BPBD Kendal dan Kodim Kendal juga melakukan pemantauan intensif di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong.

Warga yang memiliki anak kecil mulai meninggalkan rumah mereka karena air terus masuk ke dalam bangunan. Budi, salah satu warga terdampak, mengaku sempat bertahan sebelum akhirnya memutuskan mengungsi bersama istri dan anaknya yang masih balita ke rumah kerabat di lokasi yang lebih tinggi.

“Air di dalam rumah hampir satu meter. Karena khawatir air semakin tinggi, akhirnya memilih mengungsi,” ujarnya.

BPBD Kendal menyebutkan, selain curah hujan tinggi, banjir juga diperparah oleh jebolnya pintu air di sejumlah sungai akibat derasnya arus. Petugas masih terus melakukan pendataan dampak banjir serta menyiagakan personel untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya genangan ke kecamatan lain.

 

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network