Jelang Lebaran, Temukan Harga Cabai Rawit Setan Rp100 Ribu per Kg di Pasar Peterongan Semarang

Dimas Yuli
Walikota Semarang saat melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional. Dimas Yuli/iNews

SEMARANG,iNewsPantura.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kota Semarang melakukan pemantauan harga bahan pangan di sejumlah titik perdagangan untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran.

Pemantauan dilakukan oleh Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, Rabu pagi dengan mengunjungi Pasar Peterongan serta salah satu supermarket di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang.

Dalam kegiatan tersebut, wali kota didampingi Wakil Wali Kota Semarang, sejumlah kepala dinas terkait, serta perwakilan dari Perum Bulog.

Saat meninjau pasar tradisional, Agustina bersama rombongan berdialog langsung dengan para pedagang dan pembeli untuk mengetahui kondisi harga bahan pokok menjelang Lebaran.

Dari hasil pemantauan, secara umum harga bahan pangan di Kota Semarang masih relatif stabil. Namun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, salah satunya cabai rawit setan yang dijual hingga Rp100 ribu per kilogram di Pasar Peterongan.

Menariknya, harga cabai tersebut bahkan tercatat lebih tinggi dibandingkan harga cabai di pasar modern atau supermarket.

Selain cabai, wali kota juga menemukan harga telur ayam di pasar tradisional berkisar Rp29 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Harga tersebut sekitar Rp2 ribu lebih mahal dibandingkan harga di pasar modern.

Atas temuan tersebut, Agustina meminta dinas terkait segera melakukan langkah-langkah intervensi untuk menstabilkan harga bahan pangan di pasaran.

Agustina menyoroti adanya lonjakan signifikan pada komoditas hortikultura, khususnya cabai, serta fluktuasi pada harga telur. Tingginya permintaan masyarakat menjelang lebaran disinyalir menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga tersebut di pasar.

“Yang masih tinggi sekali adalah cabai. Cabai, ini tadi ada Kepala Dinas Ketahanan Pangan. Saya minta supaya melakukan hal yang diperlukan untuk intervensi menurunkan harga cabai,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Semarang juga berencana menggelar operasi pasar dan pasar murah guna membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Lebaran.

Sementara itu, sejumlah warga yang berbelanja di supermarket mengaku memilih pasar modern karena harga beberapa komoditas dinilai lebih murah serta pembeli dapat memilih barang dengan lebih leluasa.

Salah seorang warga Semarang, Sriyani, mengatakan berbelanja di supermarket dianggap lebih praktis dan harga beberapa kebutuhan pokok juga tidak jauh berbeda dengan pasar tradisional.

Diperkirakan semakin mendekati Hari Raya Idulfitri, harga sejumlah bahan pangan masih berpotensi mengalami kenaikan. Kondisi tersebut dipicu meningkatnya permintaan masyarakat, sementara ketersediaan stok di pasaran relatif terbatas.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network