Pantura Weleri Terendam Banjir 70 Cm, Kendaraan Mogok dan Pengendara Putar Balik

Eddhie Prayitno
Kendaraan kecil melintas di banjir pantura Weleri. dokumen

KENDAL,iNewsPantura.id Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Kabupaten Kendal sejak Jumat (6/3/2026) sore menyebabkan banjir merendam jalur utama Pantura Weleri. Ketinggian air yang mencapai sekitar 70 sentimeter membuat sejumlah kendaraan kecil mogok dan arus lalu lintas terganggu.

Genangan banjir terjadi di jalur pantura tepatnya dari pertigaan arah Sukorejo hingga depan kawasan Sekartama. Air juga mengalir cukup deras di jalan raya Weleri–Sukorejo sehingga membuat pengendara kesulitan melintas.

Sejumlah sepeda motor yang nekat menerobos banjir akhirnya mogok di tengah jalan. Pengendara terpaksa menuntun kendaraannya menuju lokasi yang lebih tinggi.

Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Kendal, Iwan Sulistyo, mengatakan pihaknya baru menerima laporan dari masyarakat terkait banjir yang merendam jalur pantura tersebut.

“Saya juga baru mendapat informasi dari warga Weleri jika jalan pantura dari pertigaan ke arah Sukorejo hingga depan Sekartama banjir. Ketinggian air sekitar 70 sentimeter,” ujarnya.

Menurut Iwan, banjir disebabkan tingginya intensitas hujan yang terjadi sejak sore hari. Selain itu, pendangkalan sungai serta kondisi drainase yang sempit turut memperparah genangan air.

“Penyebabnya karena intensitas hujan tinggi, pendangkalan Sungai Damar serta drainase yang dangkal dan kecil,” jelasnya.

Meski demikian, hingga Jumat malam pihak BPBD belum menerima laporan adanya permukiman warga yang terendam banjir. Petugas masih terus melakukan pemantauan di sejumlah wilayah rawan, terutama sungai-sungai yang berpotensi meluap.

Sementara itu, Hadi, warga Desa Montongsari, Kecamatan Weleri, mengatakan hujan deras yang turun sejak sore membuat jalan di kawasan pantura cepat tergenang.

Menurutnya, sejumlah kendaraan dari arah Semarang maupun Jakarta memilih memutar balik dan melalui jalan lingkar Weleri untuk menghindari banjir.

Selain merendam jalur pantura, hujan deras juga menyebabkan debit air di Kali Kutho dan Kali Damar meluap. Bahkan beberapa sekolah yang berada di sekitar Kali Damar dilaporkan ikut tergenang air.

Kondisi lebih parah terjadi di jalan raya Weleri–Sukorejo. Air bercampur lumpur yang mengalir dari area tambang galian C membuat pengendara sepeda motor tidak berani melintas.

Di lokasi lain, sebuah kapal nelayan dilaporkan hanyut terbawa arus deras Kali Kutho setelah tali pengikatnya putus. Hingga kini belum diketahui apakah kapal tersebut tersangkut di pinggir sungai atau hanyut hingga ke muara.

 

 

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network