Kirab Budaya Merti Desa Pangenrejo, Merawat Tradisi di Tengah Kebhinekaan

Joe Hartoyo
Warga Kelurahan Pangenrejo, Kabupaten Purworejo mengikuti Kirab Budaya Merti Desa dengan menampilkan beragam busana dan kreativitas. Foto : iNewsPantura.id/ Joe H

PURWOREJO, iNewsPantura.id — Lapangan Ciluwek, Kelurahan Pangenrejo, Kabupaten Purworejo, menjadi titik awal semarak Kirab Budaya Merti Desa Pangenrejo, Jumat (16/1/2026) siang. Kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian tradisi merti desa yang sarat nilai persatuan, kebersamaan, dan rasa syukur masyarakat. 

Mengusung tema “Kreativitas dalam Kebhinekaan”, kirab budaya menghadirkan ekspresi keberagaman warga Pangenrejo yang hidup dan membumi. Setiap RW mengirimkan satu pasukan bergada dengan konsep bebas, memadukan unsur budaya, seni, serta kreativitas sesuai karakter dan ciri khas masing-masing wilayah.

Sebanyak delapan RW ambil bagian dalam kirab ini. Jumlah peserta tidak dibatasi, sehingga seluruh warga memiliki ruang partisipasi yang inklusif. Beragam busana tradisional, properti budaya, hingga kreasi tematik ditampilkan sebagai penegas pesan kebhinekaan yang ingin disampaikan kepada masyarakat luas.

Kirab dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dari Lapangan CILUWEK. Rute kirab bergerak ke arah utara menuju Jalan Bendungboro, kemudian berbelok ke barat melewati Jalan Raya Brigjen Katamso, berlanjut ke arah selatan menuju Gang Antigati 2, sebelum kembali ke titik awal sebagai garis finis.

Antusiasme warga tampak sepanjang rute kirab. Sejumlah warga mengabadikan momen dengan gawai, sementara lainnya larut dalam suasana kebersamaan dan kemeriahan acara. Kirab diawali dengan penampilan drumb band SMK YPT yang menyuntikkan semangat dan ritme ceria. Di belakangnya, pasukan bergada dari delapan RW berjalan berurutan, disusul perwakilan Tim SPPG Pangenrejo.

Sesepuh Kelurahan Pangenrejo, Sutarno, menuturkan bahwa kirab budaya merupakan bagian dari rangkaian panjang tradisi merti desa yang rutin digelar sebagai wujud rasa syukur sekaligus sarana mempererat persatuan warga.

“Pangenrejo ini wilayah yang majemuk, baik dari sisi agama maupun latar belakang sosial budaya. Kirab budaya sengaja dihadirkan sebagai wadah pemersatu seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan merti desa akan berlanjut pada Sabtu sore dengan Kenduri Agung, dilanjutkan malam harinya dengan sholawatan bersama Majelis As Shofa serta ngaji bareng Gus Ahil dari Plaosan.

Kirab budaya bukan hal baru bagi Pangenrejo. Kegiatan serupa pernah digelar pada 2018, namun sempat terhenti akibat pandemi Covid-19. Tahun ini, tradisi tersebut kembali dihidupkan. Meski sempat muncul keraguan, antusiasme warga justru melampaui ekspektasi panitia.

Dengan 18 RT dan 8 RW, Pangenrejo menunjukkan bahwa kesederhanaan tidak menghalangi kuatnya partisipasi warga. Kreativitas masyarakat menjadi bukti bahwa tradisi dapat terus tumbuh seiring semangat kebersamaan.

Kirab Budaya Merti Desa Pangenrejo bukan sekadar arak-arakan. Ia menjadi ruang perjumpaan, tempat keberagaman dirayakan, sekaligus bukti bahwa tradisi mampu menjadi jembatan harmoni di tengah kebhinekaan. Melalui merti desa ini, harapan akan persatuan, kedamaian, dan kesejahteraan bersama kembali dipanjatkan oleh seluruh warga Pangenrejo.

Editor : Suryo Sukarno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network