PEMALANG, iNewsPantura.id – Bencana tanah longsor menimpa sebuah rumah warga di Dusun Jojogan, Desa Jojogan, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, Jumat (6/2/2026) sore. Peristiwa ini mengakibatkan seorang anak perempuan berusia 9 tahun meninggal dunia, sementara ibunya mengalami luka-luka.
Longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Watukumpul sejak pukul 16.00 WIB. Sekitar pukul 16.30–16.40 WIB, tebing di belakang rumah warga runtuh dan material tanah langsung menimpa bangunan rumah.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Kiki Puji Yuliani (9). Jenazah korban dievakuasi ke rumah Kepala Desa Jojogan. Sementara itu, ibu korban Yuli Yati (35) mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke Puskesmas Watukumpul untuk mendapatkan perawatan medis.
Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana menyampaikan, pihak kepolisian langsung bergerak cepat begitu menerima laporan kejadian tersebut.
“Polri menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian, mengevakuasi korban ke fasilitas kesehatan, mendata korban serta saksi, dan bersama TNI serta masyarakat melakukan pembersihan material longsor agar akses jalan kembali dapat dilalui,” ujar AKBP Rendy.
Saksi mata di lokasi, Nur Santoso, perangkat Desa Jojogan, mengatakan longsor terjadi sangat cepat di tengah hujan deras. Hal senada disampaikan saksi lainnya, Rasmono, warga setempat, yang melihat material tanah langsung menutup sebagian rumah korban.
Camat Watukumpul Arief Rachman Hakim menambahkan, selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga menyebabkan satu unit rumah warga rusak berat dan berdampak pada satu kepala keluarga dengan tiga jiwa.
“Penanganan darurat dilakukan bersama Polsek, Koramil, BPBD, relawan, Destana Jojogan, dan masyarakat dengan gotong royong mengevakuasi korban serta membersihkan material longsor,” jelasnya.
Kepala BPBD Kabupaten Pemalang Agus Ikmaludin menyebut pihaknya telah melakukan pendataan awal dan berkoordinasi dengan pemerintah desa terkait penanganan lanjutan, termasuk pembukaan akses jalan yang tertutup longsoran.
“ Saat ini tim gabungan masih melakukan evakuasi material longsor. Pemerintah memberi bantuan dan santunan bagi keluarga terdampak,” ujarnya.
Masyarakat diimbau tetap waspada mengingat intensitas hujan di wilayah selatan Kabupaten Pemalang masih cukup tinggi dan berpotensi memicu bencana susulan.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
