PEMALANG, iNewsPantura.id – Kerusakan lingkungan pesisir di wilayah Pantai Utara Jawa kian mengkhawatirkan. Abrasi yang terus terjadi membuat garis pantai semakin terkikis dari waktu ke waktu, termasuk di sepanjang pesisir Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Kondisi ini menyebabkan berbagai vegetasi pelindung seperti mangrove dan cemara laut mengalami kerusakan parah akibat terjangan gelombang laut. Jika tidak segera ditangani, dampaknya tidak hanya mengancam ekosistem, tetapi juga kehidupan masyarakat pesisir.
Sebagai upaya penanggulangan bencana ekologi tersebut, Koalisi Kawali Indonesia Lestari menggelar kegiatan sosialisasi penguatan kelembagaan, konservasi dan rehabilitasi mangrove, serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir di Desa Pesantren, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari dari 27 hingga 29 Maret 2026 ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 melalui skema Norway’s Contribution, bekerja sama dengan Kementerian Kehutanan dan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH).
Program tersebut menitikberatkan pada pemulihan sabuk hijau (green belt) di kawasan pesisir guna menekan laju abrasi sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan.
Koordinator Kegiatan Implementing Partner (IP), Wisnu W, menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove menjadi langkah strategis dalam melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi.
“Rehabilitasi mangrove ini bukan hanya untuk melindungi pesisir dari abrasi, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Karena itu, keterlibatan aktif warga menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujar Wisnu.
Selama kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan teknis konservasi mangrove mulai dari penanaman, perawatan, hingga strategi mitigasi kerusakan ekosistem pesisir. Selain itu, peserta juga dibekali penguatan kelembagaan serta pengembangan ekonomi berbasis potensi mangrove, termasuk pemanfaatan hasil hutan bukan kayu dan akses pasar melalui sinergi dengan koperasi dan UMKM.
Pembukaan kegiatan dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Camat Ulujami Selamet Waluyo, PJ Kepala Desa Pesantren Rudi Hartono, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Prayitno, serta perwakilan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah V Jawa Tengah Sudirman.
Koordinator DPD Kawali Pemalang, Andi Suswanto, menyebut kerusakan lingkungan pesisir saat ini sudah sangat memprihatinkan.
“Kerusakan lingkungan terutama di kawasan pantai sudah sangat memprihatinkan. Kami akan terus mendorong gerakan penanaman mangrove dan meningkatkan kepedulian masyarakat agar pesisir tidak semakin rusak,” ujar Andi.
Melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, organisasi lingkungan, dan masyarakat, Desa Pesantren dan Desa Mojo diharapkan dapat menjadi percontohan restorasi pesisir yang berkelanjutan, baik dari sisi ekologi maupun ekonomi.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
