Mensos Saifullah Yusuf Optimistis Data Bansos Akan Lebih Akurat, 45 Persen Masih Belum Tepat Sasaran

Yunibar
Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman dan Wakil Bupati Tegal Ahmad Kholid usai memberikan keterangan pers

SLAWI, iNewsPantura – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pemutakhiran data bantuan sosial (bansos) agar lebih akurat dan tepat sasaran. 

Hal itu disampaikan usai mengikuti kegiatan kolaborasi program prioritas Presiden dalam rangka membangun sumber daya manusia menuju kemandirian ekonomi di Pendapa Amangkurat, Pemkab Tegal, Slawi, Sabtu (02/05/2026).

“Kita ingin mengajak semua pihak, mulai dari pendamping PKH, pilar-pilar sosial, kepala desa, tokoh masyarakat hingga organisasi keagamaan untuk bersinergi menghadirkan data yang lebih akurat sesuai kondisi di lapangan sebagaimana instruksi Presiden. Kita harus jujur, data kita belum sepenuhnya sempurna,” ujar Mensos.

Ia mengakui masih ditemukan penerima bansos yang belum tepat sasaran. Namun demikian, upaya perbaikan terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.

“Sebagian sudah tepat sasaran, tapi ada juga yang belum. Karena itu kita diajak bersama-sama melakukan pemutakhiran data. Pengelolanya ada di BPS yang sudah memiliki perwakilan di setiap kabupaten/kota untuk mendampingi,” jelasnya.

Mensos juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Tegal dalam mendorong digitalisasi bansos yang dinilai mampu meningkatkan partisipasi masyarakat.

“Sekarang mulai muncul kesadaran baru di masyarakat. Ada yang menolak bansos karena merasa masih ada yang lebih berhak. Ini fenomena yang bagus,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyebut secara nasional tingkat ketidaktepatan data bansos sebelumnya mencapai sekitar 45 persen, namun kini terus menurun seiring pembaruan sistem. 

Meski begitu, masih diperlukan kerja keras, terutama dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan teknologi.

“Salah satu kendala adalah belum semua desa memiliki operator data yang handal. Teknologi juga terus kita perkuat, termasuk melalui aplikasi cek bansos dan digitalisasi bansos yang dipimpin tim transformasi digital pemerintah,” ungkapnya.

Gus Ipul sapaan akrabnya juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperluas program Sekolah Rakyat di seluruh daerah sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia menuju kemandirian ekonomi.

“Sekolah Rakyat Jawa Tengah juga terus berkoordinasi supaya bisa merata di seluruh kabupaten kota. Jumlahnya sudah 14 tahun ini, insyaallah akan tambah di tahun depan dan dengan begitu sekolah rakyat bisa berdiri di setiap kabupaten kota,” ujar Mensos.

Dalam kesempatan tersebut, Mensos juga menyinggung tindak lanjut instruksi Presiden terkait penanganan korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur.

Ia memastikan seluruh kementerian dan lembaga bergerak cepat memberikan perhatian.

“Kementerian Sosial melakukan assessment terhadap seluruh korban, baik yang meninggal maupun luka-luka. Hasilnya kita tindak lanjuti dengan pendampingan sesuai kebutuhan masing-masing, bisa berupa bantuan modal usaha atau bentuk bantuan lain,” pungkasnya.

Editor : Yunibar SP

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network