BANYUMAS, iNewsPantura.id – Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menunjukkan komitmen dan peran aktifnya dalam pelestarian ekosistem laut. Melalui kolaborasi lintas instansi, tim peneliti dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unsoed diterjunkan langsung untuk menginvestigasi fenomena keterdamparan beruntun hiu paus (Rhincodon typus) yang terjadi di pesisir selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, baru-baru ini.
Kejadian bermula saat seekor hiu paus jantan dewasa sepanjang 8,36 meter ditemukan terdampar di Pantai Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Cilacap, pada Sabtu (23/5/2026) pagi.
Peristiwa ini merupakan kali kedua dalam sepekan, setelah sebelumnya hiu paus berukuran 4 meter juga terdampar di garis pantai yang sama dengan jarak hanya sekitar 6 kilometer. Menanggapi situasi darurat ini, Unsoed bergerak cepat bersama Jejaring Penanganan Biota Laut Terdampar Kab. Cilacap, Dinas Perikanan, Dinas Pertanian, serta Yayasan Sealife Indonesia.
Peneliti Unsoed yang merupakan Dosen Ilmu Kelautan, Mukti Trenggono, M.Si., mengonfirmasi bahwa berdasarkan analisis sudut pandang oseanografi, terdapat faktor ekologis kuat yang menarik mamalia besar ini mendekati pantai. Berdasarkan data citra satelit MODIS Aqua per Mei 2026, perairan pesisir Cilacap hingga Kebumen saat ini memiliki konsentrasi klorofil-a yang relatif tinggi, yakni sekitar 1-3 mg3 dibarengi dengan suhu permukaan laut (SST) yang hangat berkisar antara 29-300 C.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
