PURWOREJO,iNewsPantura.id – Rangkaian bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 resmi memasuki tahap akhir. Seluruh pasien yang telah menjalani tindakan operasi dinyatakan dalam kondisi baik dan mendapatkan pemantauan lanjutan melalui kegiatan visite pascaoperasi oleh tim dokter Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK UNEJ) bersama jajaran Polres Purworejo.
Kegiatan visite dipimpin langsung Dekan FK UNEJ, Ulfa Elfiah bersama Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra. Tim medis tidak hanya memeriksa kondisi luka pascaoperasi, tetapi juga memberikan edukasi kepada orang tua pasien terkait perawatan lanjutan di rumah.
Edukasi yang diberikan meliputi cara membersihkan luka operasi, jadwal kontrol, pola pemberian makanan yang aman sesuai tahapan penyembuhan, hingga pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi untuk mendukung tumbuh kembang anak.
Dr. dr. Ulfa Elfiah menyampaikan, seluruh proses operasi terhadap 17 pasien berjalan lancar dengan hasil yang menggembirakan. Namun, dari hasil evaluasi ditemukan satu pasien mengalami masalah kekurangan gizi yang membutuhkan perhatian khusus.
“Keberhasilan operasi tidak hanya ditentukan oleh tindakan bedah, tetapi juga oleh kualitas nutrisi selama masa pemulihan. Tanpa dukungan gizi yang cukup, proses penyembuhan dapat lebih lama dan pertumbuhan anak bisa terganggu,” jelasnya.
Menurutnya, tindakan operasi merupakan awal dari proses pemulihan yang membutuhkan pendampingan berkelanjutan. Karena itu, diperlukan kerja sama berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, puskesmas, dinas terkait, hingga masyarakat.
“Kami berharap ada sinergi untuk memastikan kebutuhan gizi anak-anak ini terpenuhi. Pendampingan harus terus berjalan, karena yang dibangun bukan hanya perbaikan kondisi fisik, tetapi juga masa depan dan kualitas hidup mereka,” ungkapnya.
Kapolres Purworejo AKBP Windy Syafutra menegaskan, Polres Purworejo berkomitmen tidak berhenti setelah pelaksanaan operasi selesai. Kepolisian siap menjadi penghubung agar para pasien tetap mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan.
“Hari ini kami melihat langsung bahwa tantangan berikutnya adalah memastikan anak-anak ini mendapatkan asupan gizi yang baik. Kami akan menjembatani koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, dinas sosial, puskesmas, perangkat desa, hingga para pihak yang peduli,” ujarnya.
Ia menambahkan, momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa peran Polri tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga hadir dalam membantu menyelesaikan persoalan masyarakat secara humanis.
“Pengabdian Polri bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan. Kami ingin memastikan anak-anak ini dapat tumbuh sehat, percaya diri, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata Kapolres.
Program bakti sosial operasi bibir sumbing dan celah langit-langit ini merupakan hasil kolaborasi Polres Purworejo dan Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan layanan operasi gratis, tetapi juga mengedepankan pendampingan medis, edukasi keluarga, serta perhatian terhadap status gizi pasien.
Salah satu orang tua pasien, Fauziah Aulia, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, operasi tersebut menjadi harapan besar bagi keluarganya karena sebelumnya terkendala biaya.
“Kami tidak pernah menyangka anak kami bisa menjalani operasi tanpa biaya. Selama ini kami hanya berharap, tetapi terkendala biaya dan tidak tahu harus mencari bantuan ke mana. Alhamdulillah melalui program ini anak kami mendapat kesempatan yang luar biasa,” ujarnya.
Fauziah juga mengapresiasi perhatian yang tetap diberikan setelah operasi selesai. Ia mengaku mendapat banyak arahan dari tim medis mengenai perawatan luka serta pentingnya menjaga asupan gizi anak.
“Kami merasa tidak ditinggalkan setelah operasi. Dokter dan perawat memberikan penjelasan dengan sabar. Kami merasa tidak berjuang sendiri,” tuturnya.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Purworejo dan FK UNEJ berharap program kemanusiaan ini dapat menjadi contoh pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada tindakan medis, tetapi juga memastikan pasien mendapatkan kesempatan pulih secara optimal dan menjalani kehidupan yang lebih berkualitas.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
