KUDUS, iNewsPantura.id – Babak semifinal HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (11/7), menghadirkan pertandingan-pertandingan sengit yang memastikan empat tim terbaik melaju ke partai puncak.
Di kategori U-15, Goal Aksis Cimahi akan menghadapi Cipta Cendikia Football Academy Bogor, sementara di sektor U-18, Akademi Persib Bandung akan berduel dengan Putri Garut pada laga final yang berlangsung Minggu (12/7).
Pada semifinal U-15, Goal Aksis memastikan tiket ke final setelah menyingkirkan sesama wakil Jawa Barat, Mojang Priangan Ciamis, melalui drama adu penalti dengan skor 3-2 setelah bermain imbang 1-1 di waktu normal.
Mojang Priangan lebih dulu unggul pada menit ke-24 melalui sundulan Kirani Hedda yang memanfaatkan sepak pojok Ranna Dzakira Silva. Goal Aksis terus menekan hingga akhirnya menyamakan kedudukan pada menit ke-47 lewat Syifa Ramadhani yang memaksimalkan kemelut di depan gawang hasil situasi bola mati.
Skor imbang bertahan hingga waktu normal usai dan pertandingan ditentukan melalui adu penalti. Goal Aksis tampil lebih tenang dengan tiga eksekutor sukses menjalankan tugas sehingga mengunci kemenangan 3-2.
Pelatih Goal Aksis, Budi Sufarlan, menilai ketenangan mental menjadi faktor utama keberhasilan timnya melewati laga knockout.
"Saya selalu mengingatkan pemain agar tetap tenang karena saat tenang kemampuan mereka bisa keluar maksimal. Di final nanti kami berharap bisa kembali menampilkan permainan terbaik," ujar Budi.
Di semifinal lainnya, Cipta Cendikia FA Bogor menundukkan Arema FC Women Malang dengan skor 2-1. Dua gol kemenangan lahir dari skema bola mati pada babak pertama melalui Shilen Nailenka Khanza dan Ayla Dva Khala Ahima. Arema FC Women sempat memperkecil ketertinggalan lewat Fadilla pada awal babak kedua, namun disiplin lini belakang Cipta Cendikia FA mampu mempertahankan keunggulan hingga laga usai.
Pelatih Cipta Cendikia FA, Ruly Hidayansyah, mengungkapkan bahwa variasi serangan melalui set piece memang menjadi salah satu strategi yang dipersiapkan sejak awal pertandingan.
"Kalau open play tidak menghasilkan gol, kami harus punya kekuatan dari set piece. Alhamdulillah dua gol lahir dari situasi tersebut dan pertahanan kami mampu bekerja keras menjaga keunggulan," katanya.
Laga final U-15 diprediksi berlangsung menarik karena mempertemukan kembali Goal Aksis dan Cipta Cendikia FA yang sebelumnya sudah saling berhadapan pada fase grup.
Sementara itu, persaingan di kategori U-18 juga menghasilkan dua finalis terbaik. Akademi Persib Bandung melaju ke partai puncak usai mengalahkan Putri JP Jakarta dengan skor 2-1. Auliah Arifah menjadi bintang kemenangan lewat dua gol, masing-masing dari titik penalti di penghujung babak pertama dan tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit-menit akhir pertandingan. Putri JP sempat menyamakan kedudukan melalui sundulan Mentari Putri Hayfa Ramadani, namun Akademi Persib kembali unggul dan mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang.
Pelatih Akademi Persib Bandung, Dian Nadia Mutiara, mengapresiasi semangat juang anak asuhnya yang mampu bertahan di tengah ketatnya pertandingan.
"Pertandingan berlangsung luar biasa. Saya hanya meminta pemain tetap sabar dan bermain sesuai skema. Sekarang kami akan fokus melakukan recovery dan menyiapkan strategi terbaik untuk final," ujarnya.
Di semifinal lainnya, Putri Garut menyingkirkan Arema FC Women dengan kemenangan tipis 1-0. Pertandingan berlangsung ketat dengan kedua tim sama-sama mengandalkan pressing tinggi. Gol tunggal Putri Garut tercipta pada babak kedua setelah kesalahan antisipasi penjaga gawang Arema FC Women terhadap bola panjang yang dilepaskan Nazwa Bilbina Putri.
Pelatih Putri Garut, Depi Kupriansyah, mengatakan kemenangan tersebut merupakan hasil dari strategi bertahan disiplin dan serangan balik cepat yang dijalankan para pemain.
"Kami datang sebagai kuda hitam. Setelah unggul, fokus kami adalah menjaga pertahanan. Sekarang kami sudah mempersiapkan semua kemungkinan untuk menghadapi Akademi Persib di final, termasuk jika pertandingan harus ditentukan lewat adu penalti," kata Depi.
Empat tim terbaik tersebut akan memperebutkan gelar juara HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 sekaligus menutup kompetisi nasional sepak bola putri usia muda yang sepanjang musim menghadirkan persaingan kompetitif serta menjadi wadah pembinaan bagi talenta-talenta muda Indonesia.
Editor : Eddie Prayitno
