Kajian Teknik Sipil Ungkap Kerentanan Gedung, UGM Lakukan Pembaruan Infrastruktur

Heru Trijoko
Rektor UGM melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung fakultas psikologi. dokumen

YOGYAKARTA,iNewsPantura.id – Pembangunan gedung baru di lingkungan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi salah satu langkah penyesuaian infrastruktur kampus terhadap hasil evaluasi keselamatan bangunan.

Proyek tersebut resmi dimulai setelah dilakukan peletakan batu pertama oleh Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., bersama jajaran pimpinan fakultas, Selasa (14/7).

Di balik dimulainya pembangunan Gedung C Fakultas Psikologi, terdapat hasil kajian teknis yang menunjukkan salah satu bangunan lama di fakultas tersebut tidak lagi memenuhi standar struktur yang dipersyaratkan.

Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, mengungkapkan evaluasi dilakukan sejak 2022 dengan melibatkan Laboratorium Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik UGM. Hasil kajian menyatakan Gedung G yang selama ini digunakan untuk aktivitas akademik memiliki kerentanan struktur sehingga perlu dicarikan solusi jangka panjang.

“Kesimpulan dari kajian itu menyebutkan struktur Gedung G yang empat lantai tidak memenuhi syarat,” ujarnya.

Temuan tersebut kemudian menjadi dasar bagi fakultas dan universitas untuk merencanakan pembangunan fasilitas baru yang lebih aman dan mampu menunjang kebutuhan akademik ke depan.

Menurut Rahmat, pembangunan gedung baru bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan kegiatan pendidikan di tengah meningkatnya kebutuhan ruang belajar dan aktivitas akademik.

Gedung yang akan dibangun memiliki luas sekitar 8.220 meter persegi dengan tujuh lantai dan satu basement. Fasilitas tersebut dirancang untuk menampung berbagai kegiatan pembelajaran, pertemuan akademik, hingga aktivitas kemahasiswaan.

Namun demikian, perhatian utama dalam proyek ini tidak hanya terletak pada kapasitas bangunan, melainkan pada upaya memastikan lingkungan belajar yang aman bagi sivitas akademika.

Rektor UGM Ova Emilia menilai pembangunan infrastruktur kampus harus memperhatikan dua aspek sekaligus, yakni keselamatan pengguna bangunan dan keberlanjutan lingkungan.

Ia mengingatkan bahwa pengembangan fasilitas pendidikan tidak boleh mengabaikan komitmen kampus terhadap ruang terbuka hijau. Karena itu, setiap pembangunan baru harus tetap mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan infrastruktur dan pelestarian lingkungan kampus.

“Rencana strategis untuk mewujudkan kampus hijau akan terus kita gaungkan,” katanya.

Ova juga menekankan bahwa pembangunan fasilitas pendidikan harus mampu menjawab kebutuhan pembelajaran yang terus berubah. Kehadiran ruang-ruang yang lebih fleksibel dan mendukung kolaborasi lintas disiplin dinilai menjadi kebutuhan perguruan tinggi saat ini.

Pembangunan Gedung C Fakultas Psikologi UGM ditargetkan rampung pada pertengahan 2027. Selama proses konstruksi berlangsung, pihak universitas akan melakukan berbagai penyesuaian agar aktivitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan akademik tetap berjalan normal.

Proyek ini sekaligus menjadi pengingat bahwa evaluasi berkala terhadap kondisi bangunan pendidikan merupakan hal penting untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan seluruh warga kampus, terutama pada bangunan yang telah digunakan dalam jangka waktu panjang.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network