SEMARANG, iNewsPantura.id – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah akan menggencarkan program edukasi keselamatan berlalu lintas bagi pelajar di tingkat SMA. Kegiatan tersebut direncanakan menjadi agenda rutin sebagai bagian dari upaya menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan usia sekolah.
Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Maesa Soegriwo mengatakan, pembinaan kepada pelajar penting dilakukan sejak dini, terutama bagi siswa yang mulai menggunakan sepeda motor sebagai sarana transportasi ke sekolah.
Pernyataan itu disampaikan usai memimpin apel di SMA Negeri 1 Semarang, Senin (10/8/2026).
Menurut Maesa, pihaknya masih menemukan cukup banyak pelajar berusia 16 hingga 17 tahun yang mengendarai sepeda motor, padahal sebagian di antaranya belum memenuhi syarat untuk memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Edukasi mengenai penggunaan helm dan keselamatan berkendara akan terus kami lakukan di sekolah-sekolah,” kata Maesa.
Ia mengungkapkan, program edukasi tersebut akan diperluas ke berbagai SMA di Kota Semarang dan diupayakan berlangsung secara berkala.
“Rencananya kegiatan ini dilakukan rutin, kemungkinan setiap bulan, dan akan menyasar sekolah-sekolah lain di Semarang,” ujarnya.
Maesa menegaskan, pelajar yang belum berusia 17 tahun dan belum memiliki SIM sebaiknya tidak mengendarai sepeda motor sendiri. Ia mengimbau orang tua untuk mengantar anak ke sekolah atau memanfaatkan transportasi umum apabila memungkinkan.
“Bagi yang belum memiliki SIM, sebaiknya diantar orang tua atau menggunakan transportasi umum, terutama yang usianya masih di bawah 17 tahun,” jelasnya.
Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan hanya untuk menghindari penindakan, melainkan untuk melindungi keselamatan pelajar dan pengguna jalan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, alumni SMA Negeri 1 Semarang turut mendukung program keselamatan dengan menyerahkan sekitar 100 helm kepada pelajar yang telah berusia 17 tahun ke atas, serta guru dan petugas keamanan sekolah yang menggunakan sepeda motor.
Ditlantas Polda Jateng berharap sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, alumni, dan pelajar dapat membentuk budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.
“Target utama kami bukan sekadar mengurangi pelanggaran, tetapi membangun kesadaran keselamatan sehingga angka kecelakaan lalu lintas bisa ditekan,” pungkas Maesa.
Editor : Suryo Sukarno
Artikel Terkait
