33.820 Debitur di Salatiga Serap KUR Rp961 Miliar, Perdagangan hingga Pertanian Jadi Andalan

Lurisa Lulu
ilustrasi KUR

SALATIGA,iNewsPanntura.id – Bukan sekadar angka kredit, Rp671 miliar pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Salatiga hingga Agustus 2026 mengalir ke aktivitas usaha yang langsung bersentuhan dengan perekonomian masyarakat.

Nilai tersebut merupakan sekitar 70 persen dari total penyaluran KUR Rp961 miliar melalui BRI Kantor Cabang Salatiga. Pembiayaan itu diberikan kepada 33.820 debitur, dengan sektor perdagangan, pertanian, dan jasa menjadi tujuan utama pembiayaan produktif.

Besarnya penyaluran ke sektor produktif menggambarkan kebutuhan modal pelaku usaha yang masih tinggi. Bagi pedagang, petani, maupun pelaku jasa, tambahan modal menjadi salah satu instrumen untuk menjaga sekaligus mengembangkan aktivitas usaha.

Pemimpin Kantor Cabang BRI Salatiga Matthew Spencer mengatakan perdagangan, pertanian, dan jasa merupakan sektor yang banyak menopang aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah tersebut.

“Sektor produksi yang dimaksud mencakup bidang perdagangan, pertanian dan jasa yang merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat Salatiga,” ujarnya.

Di sisi lain, akses pembiayaan bukan satu-satunya persoalan yang dihadapi pelaku UMKM. Kemampuan mengelola keuangan, mempertahankan usaha, hingga mengikuti perubahan pola pemasaran menjadi tantangan tersendiri.

Karena itu, penyaluran KUR juga diikuti dengan pelatihan usaha dan edukasi finansial. Pendampingan tersebut diarahkan agar pembiayaan yang diterima dapat dikelola secara bertanggung jawab.

“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya,” kata Matthew.

Perubahan perilaku konsumen juga mendorong pelaku usaha untuk mulai beralih ke pemasaran digital. Pelaku UMKM didorong memanfaatkan platform penjualan daring untuk menjangkau konsumen di luar pasar konvensional.

“Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas,” ujarnya.

Hingga Agustus 2026, penyaluran KUR tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar pembiayaan tidak berhenti pada kebutuhan konsumsi, tetapi diarahkan ke kegiatan yang menghasilkan, terutama perdagangan, pertanian, dan jasa.

Dari total Rp961 miliar yang tersalurkan, Rp671 miliar atau sekitar tujuh dari setiap 10 rupiah KUR masuk ke sektor produktif.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network