Siswa SDN 2 Banyuurip Kendal Belajar di Tengah Bangunan Rusak

Eddhie Prayitno
Lantai kelas di SD Banyuurip Kendal mengelupas dan bangunan banyak yang rusak. Eddie prayitno/iNews

KENDAL,iNewsPantura.id – Siswa SD Negeri 2 Banyuurip, Kecamatan Ngampel, Kabupaten Kendal, harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di tengah kondisi sejumlah ruang kelas yang mulai mengalami kerusakan.

Kerusakan terlihat pada berbagai bagian bangunan, mulai dari dinding, lantai, pintu, jendela hingga plafon ruang kelas.

Dinding tembok di sejumlah ruangan tampak mengelupas. Sementara keramik lantai banyak yang retak dan copot. Kondisi pintu dan jendela juga memprihatinkan.

Bahkan, terdapat dua pintu ruang yang sudah terlepas. Kerusakan paling terlihat terdapat pada plafon eternit.

Di sejumlah ruang, eternit sudah copot. Salah satu ruang kelas bahkan kehilangan seluruh plafon eternitnya.

Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar siswa menjadi kurang nyaman. Saat hujan turun, persoalan bertambah karena terdapat ruang kelas yang mengalami kebocoran.

Siswa pun berharap kondisi ruang kelas segera mendapatkan perhatian dan diperbaiki agar kegiatan belajar dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.

Guru SDN 2 Banyuurip, Siti Asrofah, mengatakan kondisi bangunan sekolah tersebut bukan baru terjadi. Bangunan terakhir kali mendapatkan bantuan renovasi pada 2008.

Seiring bertambahnya usia bangunan, sejumlah bagian mulai mengalami kerusakan. Pihak sekolah kemudian mengajukan bantuan rehabilitasi kepada pemerintah. Namun, hingga kini bantuan tersebut belum terealisasi.

“Bangunan terakhir mendapat bantuan renovasi pada 2008. Setelah sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan, pihak sekolah sudah mengajukan bantuan rehabilitasi. Namun hingga kini belum ada realisasi,” ujar Siti.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal, Yanuar Fatoni, mengakui kondisi bangunan sekolah dasar di Kabupaten Kendal belum seluruhnya dalam kondisi baik.

Dari total 567 SD yang ada di Kabupaten Kendal, masih terdapat sekolah yang membutuhkan perbaikan maupun revitalisasi.

“Dari total 567 SD, masih terdapat sekolah yang membutuhkan perbaikan dan revitalisasi,” kata Yanuar.

Menurutnya, usulan perbaikan sarana pendidikan akan direalisasikan secara bertahap. Pemerintah daerah terus memprioritaskan penanganan terhadap sekolah yang membutuhkan perbaikan bangunan.

Yanuar berharap rehabilitasi sarana pendidikan dapat dilakukan secara bertahap sehingga kerusakan bangunan tidak sampai mengganggu kenyamanan maupun keamanan proses belajar mengajar.

“Harapannya, usulan perbaikan sarana pendidikan dapat direalisasikan secara bertahap. Sehingga kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan tidak mengganggu kenyamanan dan keamanan proses belajar mengajar,” ujarnya.

Kondisi SDN 2 Banyuurip kini menjadi perhatian karena kerusakan tidak hanya menyentuh bagian estetika bangunan, tetapi juga fasilitas yang digunakan langsung dalam aktivitas belajar siswa setiap hari.

 

 

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network