SEMARANG,iNewsPantura.id – Mimpi menginjakkan kaki di Tanah Suci akhirnya terwujud bagi 65 pedagang Pasar Suryokusumo, Tlogosari, Kota Semarang. Mereka berangkat umrah bersama setelah selama sekitar dua tahun disiplin menyisihkan sebagian penghasilan dari berdagang.
Yang menarik, biaya perjalanan ibadah tersebut dikumpulkan melalui kebiasaan menabung sebesar Rp50 ribu secara rutin. Nominal yang relatif kecil itu disisihkan di tengah aktivitas berdagang dan kebutuhan sehari-hari.
Sedikit demi sedikit, tabungan para pedagang akhirnya terkumpul hingga memungkinkan mereka mewujudkan keinginan menjadi tamu Allah.
Keberangkatan 65 pedagang tersebut dikemas dalam program Umrah Bareng Pedagang Pasar Suryokusumo. Sebelum bertolak menuju Tanah Suci, para calon jamaah terlebih dahulu mengikuti doa bersama, pembekalan, serta pendampingan dari biro perjalanan umrah di Aula Pasar Suryokusumo.
Suasana haru terlihat saat proses pelepasan. Sejumlah keluarga turut mengantar para jamaah sekaligus memberikan doa dan dukungan sebelum mereka memulai perjalanan.
Salah seorang pedagang sekaligus jamaah umrah, Suwarti, mengaku keberangkatan tersebut menjadi momen yang telah lama dinantikan. Baginya, kesempatan menunaikan umrah merupakan hasil dari kemauan untuk menyisihkan penghasilan secara rutin.
“Setiap hari kami berdagang, dari hasil itu sedikit demi sedikit disisihkan. Alhamdulillah, setelah menabung selama dua tahun akhirnya bisa berangkat bersama,” ujar Suwarti.
Menurutnya, kebiasaan menabung menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang karena penghasilan yang diperoleh tidak selalu sama setiap hari. Namun, keinginan untuk berangkat ke Tanah Suci membuat para pedagang berusaha menjaga konsistensi.
Ketua Penyelenggara Umrah Pedagang Pasar Suryokusumo, Erin Andiyanto, mengatakan keberangkatan bersama tersebut merupakan buah dari komitmen para pedagang dalam menjalankan program tabungan umrah.
“Ini menjadi bukti bahwa dengan niat, kedisiplinan dan konsistensi, keinginan untuk berangkat umrah bisa diwujudkan. Para pedagang menyisihkan Rp50 ribu secara rutin dan dilakukan kurang lebih selama dua tahun,” kata Erin.
Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya bertujuan mengumpulkan biaya perjalanan ibadah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membangun kebersamaan di antara para pedagang Pasar Suryokusumo.
Para jamaah juga mendapatkan pembekalan sebelum keberangkatan agar memiliki pemahaman mengenai rangkaian ibadah selama berada di Tanah Suci.
Keberangkatan 65 pedagang ini menjadi gambaran bagaimana impian besar dapat diwujudkan melalui kebiasaan sederhana. Di tengah kesibukan mencari nafkah dan memenuhi kebutuhan keluarga, mereka menyisihkan sebagian penghasilan secara konsisten hingga akhirnya dapat berangkat bersama.
Bagi para pedagang, perjalanan umrah tersebut bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci. Perjalanan itu juga menjadi buah dari kesabaran, ketekunan dan kedisiplinan dalam menabung selama bertahun-tahun.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
