KENDAL,iNewsPanntura.id – Kabar baik bagi pengguna Jalan Raya Kaliwungu-Boja. Pemerintah Kabupaten Kendal memastikan ruas jalan di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, yang ambles dan longsor segera diperbaiki.
Pemkab Kendal telah menyiapkan anggaran Rp1,2 miliar melalui APBD Perubahan 2026 untuk menangani kerusakan jalan tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sudaryanto, mengatakan perbaikan menjadi salah satu perhatian Pemkab Kendal setelah kondisi jalan semakin membahayakan pengguna.
Hal itu disampaikannya saat meninjau langsung lokasi jalan ambles, Rabu 30 september 2026.
“Pemkab Kendal meminta maaf kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan Kaliwungu-Boja. Kami tentu sangat memahami keluhan masyarakat. Masalah ini sudah menjadi perhatian Pemkab Kendal dan akan segera kita perbaiki,” kata Sudaryanto.
Menurutnya, DPUPR telah melakukan survei sekaligus menyusun perencanaan teknis penanganan jalan.
Perencanaan tersebut ditargetkan rampung dalam waktu satu hingga dua pekan, sehingga pekerjaan fisik diharapkan bisa dimulai sekitar pertengahan Oktober 2026.
“Anggarannya Rp1,2 miliar. Bupati sendiri sudah memprioritaskan agar penanganan jalan ambles ini segera dilakukan,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pengukuran di lapangan, bagian jalan yang mengalami ambles akibat longsor memiliki lebar sekitar tiga meter dengan panjang mencapai 36 meter.
Penanganan nantinya tidak hanya memperbaiki badan jalan. Pemkab juga akan membangun dinding penahan tanah di sisi jalan untuk memperkuat konstruksi sekaligus mencegah kerusakan kembali terjadi.
“Selain memperbaiki jalan yang ambles, nanti juga akan dibangun dinding penahan tanah di sisi jalannya. Proses pekerjaan ditargetkan selesai dua bulan,” jelas Sudaryanto.
Ia menjelaskan, kerusakan dipicu aliran air hujan yang terus menggerus sisi jalan. Kondisi tersebut membuat tanah di bawah badan jalan longsor hingga menyebabkan sebagian ruas jalan ambles.
Untuk sementara, kendaraan hanya bisa melintas melalui satu sisi jalan. Warga setempat pun memberlakukan sistem buka tutup secara bergantian guna menjaga arus lalu lintas tetap berjalan.
Salah seorang warga yang ikut mengatur lalu lintas, Asnawi, mengatakan kerusakan jalan tersebut telah berlangsung sekitar empat bulan.
Menurutnya, kondisi jalan semakin parah dan masih harus menanggung lalu lintas kendaraan berat, termasuk truk pengangkut muatan.
“Kalau ada truk besar, jalan sudah bergerak. Kalau terus dibiarkan, jalan bisa amblas semua dan tidak bisa dilewati,” kata Asnawi.
Ia berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sebelum intensitas hujan meningkat.
“Mumpung belum masuk musim hujan. Sebaiknya segera diperbaiki,” ujarnya.
Kerusakan tersebut juga dikhawatirkan mengganggu mobilitas warga. Sebab, Jalan Kaliwungu-Boja merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan wilayah Kaliwungu Selatan dengan Boja, sekaligus menjadi jalur menuju Ungaran dan Kota Semarang.
Jika ruas tersebut sampai tidak bisa dilalui, warga harus menggunakan jalur alternatif dengan memutar melalui Kota Semarang sehingga waktu dan jarak perjalanan bertambah.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kendal Agus Dwi Lestari sebelumnya membenarkan bahwa anggaran penanganan Jalan Kaliwungu-Boja telah dialokasikan dalam APBD Perubahan 2026.
“Anggaran sudah masuk dalam APBD Perubahan, dan saat ini masih menunggu persetujuan dari gubernur,” ujar Agus.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
