Warga Kudus Rakit Alat Pirolisis dari Barang Bekas untuk Hasilkan BBM

Nur Choiruddin
Benny Haryanto merakit alat pirolis yang mengubah sampah plastik jadi BBM. dokumen

KUDUS,iNewsPantura.id – Tumpukan sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan justru menjadi sumber ide bagi Benny Haryanto (49), warga Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Berbekal barang-barang bekas di sekitarnya, Benny merakit sendiri alat mini pirolisis untuk mengolah sampah plastik menjadi minyak yang setelah melalui proses penyulingan menghasilkan bahan bakar dengan karakteristik setara bensin.

Inovasi tersebut dikerjakan secara sederhana. Sejumlah barang yang sudah tidak terpakai seperti kaleng biskuit, kaleng obat nyamuk, toples, galon hingga oli bekas dimanfaatkan untuk membuat rangkaian alat pengolah sampah plastik.

“Di sini banyak sampah plastik. Saya tertarik untuk melakukan inovasi mengubah plastik ini menjadi bensin. Walaupun sampai saat ini masih dalam tahap percobaan. Belum saya gunakan ke sepeda motor,” kata Benny.

Proses pengolahan tidak langsung menghasilkan bahan bakar siap pakai. Sampah plastik terlebih dahulu dipanaskan melalui proses pirolisis untuk menghasilkan minyak mentah. Minyak tersebut kemudian disuling kembali hingga menghasilkan cairan yang memiliki karakteristik menyerupai bensin.

Alat pertama yang dibuat Benny berfungsi mengubah sampah plastik menjadi minyak mentah. Sampah plastik dimasukkan ke dalam kaleng biskuit, kemudian dipanaskan.

Uap yang dihasilkan dari pemanasan tersebut dialirkan melalui pipa menuju alat pendingin yang dibuat dari kaleng obat nyamuk bekas. Kaleng tersebut telah dimodifikasi dan diberi ruang untuk memasukkan es.

“Kaleng obat nyamuk ini fungsinya sebagai pendingin. Ini saya lubangi untuk dimasukkan es. Fungsinya mengubah uap menjadi cairan,” jelasnya.

Cairan hasil kondensasi kemudian ditampung menggunakan toples bekas. Minyak tersebut belum dapat langsung digunakan, sehingga Benny melanjutkan proses dengan penyulingan tahap kedua.

Pada tahap ini, minyak mentah dimasukkan ke dalam toples berukuran kecil dan dipanaskan menggunakan kompor listrik mini. Cairan hasil penyulingan kemudian menetes dan ditampung menggunakan botol saus bekas berukuran mini.

Dalam satu kali proses, Benny membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam untuk menghasilkan minyak mentah dari sampah plastik. Sementara penyulingan minyak mentah hingga menjadi bahan bakar setara bensin membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Dari sekitar 0,3 kilogram sampah plastik yang dimasukkan ke dalam satu kaleng biskuit, diperoleh sekitar 40 mililiter cairan hasil penyulingan.

“Hasilnya memang masih sedikit karena saya menggunakan alat mini pirolisis yang saya buat sendiri. Kalau ada alat pirolisis yang besar, hasil bahan bakar setara bensinnya juga bisa lebih banyak,” ungkapnya.

Benny sejauh ini baru menguji hasil olahannya dengan membakarnya menggunakan korek api. Cairan tersebut dapat terbakar. Namun, ia belum menggunakannya pada kendaraan dan masih berencana melakukan pengujian lebih lanjut pada sepeda motor.

Eksperimen tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Benny mengurangi persoalan sampah di lingkungan sekitar. Melalui Bank Sampah Karya Lestari yang dikelolanya, ia menerima dan mengelola sampah anorganik, termasuk sampah plastik.

Sementara untuk sampah organik, Benny menggandeng Kudus Asik yang diinisiasi Bakti Lingkungan Djarum Foundation. Kerja sama tersebut telah berjalan sejak Mei 2026 untuk membantu menangani banyaknya sampah organik di Desa Rendeng.

“Sampah organiknya kerja sama dengan Kudus Asik sudah sejak Mei 2026. Alasannya karena sampah organik di Desa Rendeng masih banyak,” ujarnya.

Benny berharap persoalan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau pengelola bank sampah. Menurutnya, masyarakat dapat mengambil peran dari hal sederhana, yakni memilah sampah sejak dari rumah.

“Harapan saya tentu warga mau memilah sampah, karena sampah kan ada organik dan anorganik,” katanya.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network