TPA Jatibarang Masih Berbara, Pemkot Semarang Siram Jalan untuk Tekan Debu dan Asap

Dimas Yuli
Damkar melakukan penyiraman jalan sekitar TPA Jatibarang. dokumen

SEMARANG,iNewsPantura.id – Penanganan kebakaran Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kota Semarang, terus dilakukan meski titik api utama telah berhasil dikendalikan. Pemerintah Kota Semarang kini memperkuat upaya mengurangi dampak debu dan asap yang berpotensi terpapar ke permukiman warga.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memimpin langsung penyiraman sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk menekan debu di permukaan jalan agar tidak kembali beterbangan atau mengalami resuspensi.

Debu dari pembakaran sampah berpotensi membawa partikel halus PM2,5, PAH, karbon hitam hingga logam berat yang dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama saluran pernapasan dan sistem kardiovaskular.

“Kita bergerak cepat setelah titik api utama di TPA Jatibarang berhasil dikendalikan hingga 93 persen. Namun langkah penanganan tidak boleh berhenti di situ,” kata Agustina.

Menurutnya, ada tiga hal utama yang harus dipastikan dalam penanganan kebakaran TPA Jatibarang. Yakni pemadaman dilakukan hingga titik asap benar-benar hilang, mencegah munculnya titik api baru, serta melindungi kesehatan masyarakat dari paparan debu dan asap.

Penyiraman melibatkan puluhan personel dan armada tangki gabungan. Tim berasal dari Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), serta Kodim.

Kegiatan tersebut turut didampingi Sekretaris Daerah Kota Semarang, para asisten Sekda, dan sejumlah pimpinan perangkat daerah teknis.

Lima jalur utama di kawasan permukiman menjadi sasaran penyiraman. Di antaranya Jalan Untung Suropati dari kawasan Muradi hingga SMAN 7 Semarang, kemudian jalur SMAN 7 menuju SDN Ngaliyan 04 hingga Perumahan Luxury Grand.

Penyiraman juga dilakukan dari pertigaan Panjangan menuju SD Marsudirini Mayangsari Kalipancur, Jalan Gatot Subroto kawasan Klampisan dari pertigaan Pasadena ke arah utara hingga lampu merah Purwoyoso, serta jalur dari kawasan Sam Poo Kong menuju Kalipancur.

Selain menangani dampak asap dan debu, Pemkot Semarang memastikan layanan kesehatan bagi warga di sekitar lokasi kebakaran tetap berjalan.

Posko Dapur Umum Mobile dan Ambulance Hebat disiagakan. Pemantauan kesehatan juga dilakukan terhadap warga di Kelurahan Kedungpane, Tambakaji, dan Bambankerep.

Agustina meminta seluruh personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran juga memperhatikan kesehatan dan keselamatan mereka selama berada di lapangan.

“Kita harus memastikan bukan hanya api yang ditangani, tetapi masyarakat dan seluruh personel yang bertugas juga terlindungi,” ujarnya.

Penanganan kebakaran TPA Jatibarang dilakukan secara lintas sektor. Sejumlah unsur yang terlibat antara lain BPBD Kota Semarang, BPBD Jawa Tengah, Dinas Pemadam Kebakaran, DLH, DPU, Dinas Kesehatan, Satpol PP, TNI/Polri, jajaran kecamatan dan kelurahan, serta relawan masyarakat.

Pemantauan titik panas juga diperkuat dengan penggunaan drone thermal dari Sat Brimob Polda Jawa Tengah. Karang Taruna, PSM, Linmas, FPRB, dan LPMK turut membantu proses penanganan di lapangan.

Berdasarkan Situation Report (SITREP) BPBD Kota Semarang per Selasa (6/10), luas area terdampak kebakaran di Zona 1, 2, dan 3 sebelumnya mencapai sekitar 10 hektare.

Kini area titik panas yang masih terpantau telah menyusut menjadi sekitar 0,163 hektare atau 1.630 meter persegi.

Penurunan luas titik panas tersebut menjadi perkembangan positif dalam penanganan kebakaran. Meski demikian, proses pendinginan dan pemantauan masih terus dilakukan untuk memastikan bara tidak kembali memicu kebakaran.

“Penanganan akan terus kami lanjutkan hingga bara dapat dikendalikan dan kondisi lingkungan di sekitar TPA Jatibarang semakin pulih,” pungkas Agustina.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network