Heboh Grup Medsos Menyimpang Diduga Libatkan Pelajar Temanggung dan Magelang

Didik Dono Hartono
Rembug Pendidikan yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung. Dokumen

TEMANGGUNG,iNewsPantura.idd – Keberadaan grup percakapan di media sosial yang diduga berkaitan dengan perilaku seksual berisiko dan disebut melibatkan pelajar di Kabupaten Temanggung menjadi perhatian DPRD dan pemangku kepentingan pendidikan.

Grup tersebut dikabarkan memiliki ribuan anggota dari wilayah Temanggung dan Magelang, meski identitas serta keterlibatan pelajar di dalamnya belum terverifikasi.

Persoalan ini mengemuka dalam kegiatan Rembug Pendidikan yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Temanggung di basement kantor Dinas Pendidikan, Jumat 16 oktober 2026.

Forum tersebut menjadi ruang koordinasi lintas sektor untuk membahas berbagai tantangan pendidikan, termasuk pendampingan anak dan remaja di tengah perkembangan teknologi digital.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Temanggung, Riyadi Kaunaen, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

Koordinasi dilakukan bersama Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang terkait.

DPRD juga menjalin komunikasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menelusuri keberadaan grup media sosial yang dinilai bermasalah, termasuk kemungkinan pemblokiran apabila ditemukan pelanggaran sesuai ketentuan.

“Kami sudah koordinasi dengan Kominfo supaya grup-grup yang memang bermasalah bisa ditindaklanjuti, termasuk kemungkinan pemblokiran sesuai ketentuan,” kata Riyadi.

Menurut Riyadi, informasi yang diterima DPRD menyebutkan salah satu grup percakapan tersebut memiliki anggota hingga ribuan orang dari Temanggung dan Magelang.

Namun, angka itu masih memerlukan verifikasi, termasuk mengenai identitas anggota, rentang usia, dan ada tidaknya pelajar yang terlibat.

Penelusuran lebih lanjut dinilai penting untuk memastikan aktivitas dalam grup tersebut serta menentukan langkah penanganan yang tepat. Upaya tersebut juga perlu mengedepankan perlindungan anak agar pelajar tidak mendapat stigma hanya berdasarkan informasi yang belum terbukti.

Selain berkoordinasi dengan instansi terkait, DPRD Temanggung mulai merumuskan rencana penyusunan rancangan peraturan daerah (Raperda) inisiatif mengenai pencegahan dan pengendalian perilaku seksual yang dinilai berisiko.

Riyadi menjelaskan, rencana regulasi itu masih berada pada tahap perumusan awal dan belum masuk pembahasan. Materi pengaturan, mekanisme pelaksanaan, serta kemungkinan sanksi nantinya akan dikaji dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi.

“Ini baru kita rumuskan karena belum masuk pembahasan. Tentu nanti kita melihat aturan di atasnya dan menyesuaikan dengan kearifan lokal Temanggung agar Perda ini bisa operasional dan implementatif,” ujarnya.

Rencana tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu landasan dalam memperkuat langkah pencegahan dan perlindungan anak. Meski demikian, penyusunan regulasi tetap membutuhkan kajian agar ketentuan yang dibuat dapat diterapkan secara tepat dan tidak mengabaikan hak-hak anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung, Djoko Prasetyono, menegaskan pentingnya pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari di sekolah.

Menurut dia, pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui mata pelajaran tertentu. Nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan secara konsisten melalui interaksi antara guru dan peserta didik, baik dalam kegiatan belajar maupun lingkungan sekolah.

“Pendidikan karakter itu kita ajarkan setiap waktu dan setiap saat kepada anak-anak. Karakter melekat dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata Djoko.

Ia menambahkan, persoalan sosial yang melibatkan anak dan remaja tidak dapat diselesaikan oleh sekolah atau pemerintah saja. Keluarga, tenaga pendidik, dan masyarakat perlu membangun komunikasi serta memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Di tengah meningkatnya penggunaan media sosial, upaya tersebut juga perlu disertai penguatan literasi digital. Anak perlu dibekali pemahaman mengenai batasan pribadi, keamanan berinteraksi di ruang digital, serta cara mengenali dan melaporkan tindakan yang mengarah pada eksploitasi maupun kekerasan seksual.

Rembug Pendidikan yang digelar Dindikpora Temanggung direncanakan berlangsung secara rutin. Forum ini diharapkan menjadi sarana bagi para pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi persoalan pendidikan sekaligus merumuskan langkah penanganan secara bersama-sama.

Melalui koordinasi lintas sektor, pemerintah daerah berharap persoalan yang muncul di lingkungan pendidikan dapat ditangani lebih cepat, termasuk berbagai risiko yang dihadapi anak dan remaja di media sosial.

Penanganan keberadaan grup percakapan yang diduga bermasalah tidak hanya diarahkan pada penelusuran dan kemungkinan penindakan terhadap aktivitas yang melanggar hukum. Perlindungan anak, pencegahan eksploitasi, edukasi digital, dan pendampingan terhadap anak yang berpotensi menjadi korban juga perlu menjadi perhatian utama.

Dengan langkah tersebut, sekolah, keluarga, pemerintah, dan masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi anak, baik di dunia nyata maupun ruang digital.

Editor : Eddie Prayitno

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network