KABUPATEN SEMARANG,iNewsPantura.id – Lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, diharapkan bisa dimanfaatkan untuk kegiatan usaha produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Aspirasi tersebut kini mulai dijembatani melalui koordinasi dengan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan lembaga terkait.
Anggota DPR RI Komisi VI, Firnando H. Ganinduto, menugaskan tenaga ahlinya, Tri Rahayu Kinanti, S.Kep., M.M., untuk mengawal aspirasi masyarakat tersebut melalui koordinasi dengan PT KAI dan PT PLN (Persero).
Salah satu usulan yang mengemuka adalah pemanfaatan lahan KAI agar bisa dikelola masyarakat untuk kegiatan ekonomi. Dalam rencana tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) diharapkan dapat memberikan dukungan permodalan bagi usaha yang akan dikembangkan warga.
Tri Rahayu Kinanti mengatakan, pengawalan aspirasi membutuhkan komunikasi dan sinergi dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan. Karena itu, koordinasi dilakukan untuk mengidentifikasi peluang dukungan sekaligus mengetahui persyaratan yang harus dipenuhi.
“Sebagai tenaga ahli yang mendapat penugasan dari Bapak Firnando H. Ganinduto, saya berupaya menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pihak terkait. Harapannya, aspirasi masyarakat tidak hanya berhenti pada penyampaian usulan, tetapi dapat dikawal melalui proses koordinasi hingga ditemukan solusi yang sesuai dengan ketentuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, koordinasi dengan KAI diperlukan untuk membahas kemungkinan pemanfaatan lahan, termasuk status aset, persyaratan, dan mekanisme pengelolaannya. Sementara komunikasi dengan PLN menjadi bagian dari upaya menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan BUMN sesuai bidang dan kewenangannya.
Meski demikian, rencana pemanfaatan lahan tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut. Kelayakan usaha, ketentuan penggunaan aset, serta kesesuaian dengan regulasi menjadi sejumlah hal yang perlu dipastikan sebelum rencana dapat direalisasikan.
Kolaborasi dengan BAZNAS juga diharapkan membuka peluang dukungan bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan tetap mempertimbangkan ketentuan dan skema bantuan yang berlaku.
Melalui penugasan tersebut, Firnando H. Ganinduto mendorong agar aspirasi warga Kabupaten Semarang memperoleh ruang dialog dan tindak lanjut yang jelas. Pengawalan ini diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan peluang dukungan dari BUMN dan lembaga terkait.
Bagi masyarakat Bringin, pemanfaatan lahan yang selama ini belum digunakan secara optimal berpotensi menjadi peluang untuk mengembangkan usaha. Namun, realisasi gagasan tersebut masih bergantung pada hasil koordinasi, persetujuan pihak berwenang, serta kesiapan pengelolaan usaha agar manfaat ekonominya dapat dirasakan warga.
Editor : Eddie Prayitno
Artikel Terkait
