Hasil Cek Dinkes Kendal, Ikan Asin di Pasar Kaliwungu Aman dari Formalin

KENDAL,iNewsPantura.id - -Sepekan menjelang lebaran, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional di Kendal terpantau masih stabil. Hanya beberapa komoditas yang naik, diantaranya cabai rawit merah , sementara harga daging sapi masih normal.
Pemerintah kabupaten Kendal sendiri menjamin, ketersediaan pasokan mencukupi hingga lebaran. Di pasar pagi Kaliwungu misalnya, harga cabai rawit merah masih cukup tinggi bahkan terus naik.
Saat ini cabai rawit merah dijual Rp 100.000 perkilogramnya, sedangkan cabai merah besar dijual dengan harga Rp 60.000 perkilogramnya.
Menurut pedagang, kenaikan ini sudah terjadi sejak memasuki bulan puasa. Sementara komoditas lainnya masih stabil bahkan harga bawang merah cenderung mulai turun.
“Kalau naik sejak awal puasa sekarang masih naik lagi meski tidak banyak,” ujar Makrifah, pedagang sayuran.
Sementara untuk memastikan ketersediaan pasokan dan memantau harga di pasar tradisional, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari melakukan kunjungan ke pasar pagi Kaliwungu, Selasa (25/03/2025).
Dari pemantauan ke sejumlah pedagang, tidak menemukan kenaikan harga yang tinggi. Bupati menuturkan harga masih stabil belum ada kenaikan, hanya beberapa komoditas saja yang naik seperti cabai rawit merah.
Dalam kunjungannya bupati Kendal didampigi Forkompinda juga mengecek pasokan sembako di pasar tradisional. Bupati menyempatkan melihat pengecekan kadar formalin dan bahan berbahaya pada makanan dan ikan asin yang dijual.
Menggunakan alat khusus, Dinas Kesehatan Kendal melakukan pengecekan terhadap ikan asin yang dijual dan makanan yang menggunakan pewarna.
“Tadi hasil pemeriksaan makanan yang menggunakan bahan pewarna dan ikan asin tidak ada temuan rhodamin atau formalin yang berbahaya,” terang bupati.
Pemerintah kabupaten Kendal terus memantau ketersediaan pasokan sembako untuk memastikan harga terkendali. Beberapa upaya dilakukan untuk menekan harga agar tidak terjadi lonjakan yang tinggi dengan menggelar pasar murah dan operasi pasar.
Editor : Eddie Prayitno