Prihatin Kerusakan Alam, Cipto Pratomo Gelar Pameran Panorama di Purwokerto
BANYUMAS, iNewsPantura.id – Kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan mendorong pelukis legendaris asal Banyumas, Cipto Pratomo, menggelar pameran tunggal bertema Panorama Alam. Pameran ini berlangsung mulai 1 hingga 31 Maret 2026 di Umah Seni Cipratku, Jalan Mr. M. Yamin Gang 4 Nomor 16, Purwokerto.
Sebanyak 27 karya lukis dipamerkan, terdiri dari koleksi lama sejak tahun 2000 hingga karya terbaru yang dibuat sepanjang 2025–2026. Melalui tema Panorama, Cipto menghadirkan beragam interpretasi keindahan alam dengan berbagai corak dan gaya.
“Ada yang bercorak Sokaraja dengan ciri gunung, sawah, sungai, dan pepohonan. Ada juga yang menggunakan nuansa warna kekinian yang lebih mencolok dengan taburan bunga. Aliran lainnya ekspresionis, ilustratif, juga dekoratif,” ujar Cipto.
Namun, di balik keindahan warna dan goresannya, terselip pesan kuat tentang kondisi alam yang kian terancam. Tema Panorama dipilih sebagai refleksi atas berbagai bencana alam yang terjadi akibat ulah manusia.
“Tema panorama ini dimunculkan karena banyaknya bencana alam seperti banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di lereng-lereng gunung. Itu akibat keserakahan manusia,” jelasnya.
Beberapa karya menggambarkan kerusakan hutan sebagai paru-paru bumi dan penyangga tanah, dengan pohon-pohon yang tumbang. Ada pula lukisan berbahan abu erupsi Gunung Merapi tahun 2010, yang divisualisasikan dalam wujud erupsi dan hujan abu.
Di sisi lain, Cipto juga menampilkan panorama pegunungan dengan hamparan bunga warna-warni sebagai simbol harapan, agar alam tetap lestari dan menampilkan keindahannya bagi generasi mendatang.
Pameran ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-455 Kabupaten Banyumas, sekaligus sarana apresiasi seni dan hiburan edukatif bagi masyarakat di bulan Ramadan.
“Harapan saya, dengan melihat karya lukisan Panorama, kita selalu diingatkan bahwa pelestarian lingkungan sangat penting bagi kehidupan manusia,” pungkas Cipto.
Sementara itu, salah satu penikmat sekaligus muridnya, Saladin Ayyubi, menilai karya-karya tersebut dibuat dengan ketelitian dan sense of art yang tinggi.
“Pak Cipto kalau membuat lukisan selalu punya makna mendalam dengan goresan yang kuat dan berkarakter. Beliau konsisten dan produktif, sehingga layak menjadi panutan,” ujarnya.
Melalui pameran ini, Cipto Pratomo tak hanya memamerkan karya seni, tetapi juga menyuarakan kepedulian dan ajakan nyata untuk menjaga alam tetap lestari.
Editor : Suryo Sukarno