PUPR Kudus Kebut Pembangunan Drainase Jalan Kudus–Kaliwungu, Target Rampung Sebelum Musim Hujan

KUDUS, iNewsPantura.id -- Menjelang musim penghujan, Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai melakukan pembangunan saluran drainase baru di Jalan Kudus–Kaliwungu. Titik pekerjaan dimulai dari perempatan Jember ke arah barat, yang selama ini dikenal sebagai kawasan rawan genangan air ketika curah hujan tinggi.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi agar jalan utama yang menghubungkan pusat kota Kudus dengan wilayah barat tidak lagi terendam air setiap kali hujan deras turun. Pasalnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga menghambat arus lalu lintas kendaraan yang melintas menuju jalur Kudus–Jepara.
Plt Kepala Dinas PUPR Kudus, Harry Wibowo, menjelaskan, pembangunan drainase akan dilakukan sepanjang 589 meter dengan konstruksi campuran berupa u-ditch beton, beton cor bertulang, serta backyard. Selain saluran air, pihaknya juga membangun trotoar sepanjang 100 meter. “Trotoar ini penting untuk meningkatkan keamanan pejalan kaki sekaligus memperindah tata kota,” ujarnya saat meninjau lokasi pekerjaan.
Hingga saat ini, progres pembangunan baru mencapai 2,8 persen. Namun Harry optimistis pekerjaan dapat dikebut agar selesai lebih cepat dari jadwal kontrak. “Kontrak dimulai sejak 7 Agustus 2025 dengan durasi 120 hari kalender. Target kami November sudah selesai, sehingga masyarakat tidak lagi khawatir genangan air ketika akhir tahun tiba,” katanya.
Pembangunan drainase tersebut menelan biaya senilai Rp3,3 miliar. Anggaran berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Kabupaten Kudus tahun anggaran 2025. Menurut Harry, pemanfaatan DBHCHT kali ini diarahkan untuk memperkuat infrastruktur dasar yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Harry mengungkapkan bahwa proyek drainase di Jalan Kudus–Kaliwungu merupakan kelanjutan dari pembangunan serupa yang sebelumnya sudah dikerjakan di Jalan KH Asnawi (perempatan Jember ke arah utara) serta Jalan Sunan Kudus (perempatan Jember ke timur). Dengan adanya tambahan jalur barat ini, kawasan perempatan Jember yang selama ini kerap menjadi titik banjir diharapkan semakin berkurang genangannya.
Berdasarkan perhitungan teknis PUPR, drainase baru ini mampu mengurangi potensi genangan hingga 15–20 persen. Meski belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan banjir, namun menjadi langkah awal yang penting untuk menata kawasan jalan utama Kudus–Kaliwungu secara bertahap. “Ruas jalan ini sangat panjang, sehingga pembangunan drainase tidak bisa sekaligus. Namun tahap demi tahap akan terus kami lanjutkan,” jelas Harry.
Harry menambahkan, proyek drainase di Jalan Kudus–Kaliwungu hanyalah salah satu dari beberapa program strategis PUPR pada tahun 2025. Sejumlah ruas jalan lain juga akan mendapat perhatian serupa, di antaranya Jalan KH Subchan ZE (perempatan Jember ke selatan), Jalan Mlati–Gulang, Jalan Mayor Kusmanto, serta Jalan Pedawang–Dersalam. “Semua proyek ini merupakan bagian dari program strategis daerah untuk menuntaskan masalah banjir di Kudus secara bertahap,” katanya.
Editor : Suryo Sukarno