get app
inews
Aa Text
Read Next : Pengelola Tol Kanci–Pejagan Klarifikasi Video Viral Lubang Jalan di Medsos

IJTI: 2025 Tahun Terberat Jurnalis TV, PHK Massal hingga Kekerasan Masih Terjadi

Kamis, 01 Januari 2026 | 22:09 WIB
header img
Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, Ingatkan Krisis Pers Nasional. Foto : iNewsPantura.id/ Nur Ch

JAKARTA, iNewsPantura.id – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) menyampaikan refleksi kritis di penghujung tahun 2025. Dalam pidato akhir tahunnya, Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan, menegaskan bahwa jurnalisme televisi Indonesia sedang berada dalam tekanan berat, mulai dari badai pemutusan hubungan kerja (PHK), kekerasan terhadap jurnalis, hingga disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Herik menyebut tahun 2025 sebagai periode yang penuh guncangan bagi ekosistem pers nasional. Tekanan datang dari berbagai arah, mulai dari himpitan ekonomi industri media, kepentingan politik, perubahan lanskap digital, hingga persoalan keselamatan jurnalis yang belum sepenuhnya teratasi. 

“Dalam catatan IJTI, lebih dari 1.000 jurnalis televisi, baik nasional maupun lokal, mengalami PHK sepanjang tahun 2025. Ini angka yang sangat memprihatinkan. Di saat yang sama, kekerasan terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas masih terus terjadi,” ujar Herik dalam acara Refleksi Akhir Tahun IJTI di Jakarta, Rabu (31/12).

Disrupsi Digital dan Ancaman “One-Man Show”

IJTI menilai, tantangan jurnalisme televisi hari ini bukan hanya persaingan antarmedia, tetapi juga pertarungan melawan algoritma media sosial dan banjir informasi dangkal. Herik mengingatkan agar disrupsi digital tidak dijadikan alasan untuk mengorbankan prinsip dasar jurnalistik.

“Kecepatan sering dijadikan pembenaran untuk mengabaikan verifikasi, dan viral dianggap sebagai ukuran keberhasilan. Kami tegaskan, jurnalis televisi bukan content creator, dan berita bukan konten hiburan. Jurnalisme adalah tanggung jawab publik, bukan lomba cepat,” tegasnya.

Selain itu, IJTI menyoroti fenomena one-man show, di mana jurnalis dipaksa merangkap tugas reporter, kameraman, editor, hingga operator siaran demi alasan efisiensi. Praktik ini dinilai berbahaya karena menggerus kualitas berita sekaligus mengancam kesehatan fisik dan mental jurnalis.

“Tidak ada jurnalisme berkualitas yang lahir dari jurnalis yang kelelahan, tidak terlindungi, dan tidak sejahtera,” kata Herik.

Independensi Pers dan Tantangan 2026

Menyoroti situasi pasca Pemilu dan Pilkada, Herik mengingatkan bahwa jurnalis kerap berada di posisi dilematis antara menjaga idealisme dan mempertahankan keamanan pekerjaan. Namun, ia menegaskan bahwa independensi pers tidak boleh dikorbankan demi kepentingan jangka pendek.

Memasuki tahun 2026, IJTI memproyeksikan akan terjadi seleksi alam di industri media. Media yang bertahan bukanlah yang paling besar atau paling viral, melainkan yang paling kredibel dan dipercaya publik.

Terkait perkembangan AI, IJTI mengambil sikap tegas. Teknologi harus menjadi alat bantu, bukan pengganti peran manusia dalam jurnalistik.

“AI bisa membantu riset atau transkrip, tetapi empati, nurani, dan keputusan editorial tetap milik manusia. Jika ini hilang, kita sedang mengosongkan jurnalisme dari nilai-nilainya,” ujar Herik.

Komitmen IJTI Kawal Kemerdekaan Pers
Menutup refleksi akhir tahun, Herik menegaskan komitmen IJTI untuk terus berada di garis depan dalam menjaga kemerdekaan pers, meningkatkan kompetensi jurnalis, serta mengadvokasi perlindungan hukum dan kesejahteraan jurnalis televisi.

“Negara, aparat, dan pemilik media harus berhenti menganggap risiko liputan sebagai urusan personal jurnalis. Jurnalis televisi Indonesia tidak boleh hanya diminta beradaptasi, tetapi juga harus dihormati dan dilindungi,” pungkasnya.

IJTI mengajak seluruh jurnalis televisi untuk tetap teguh menjaga integritas. Sebab, yang dipertaruhkan bukan hanya profesi jurnalis, melainkan kepercayaan publik, kualitas demokrasi, dan masa depan bangsa.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut