Tanggap Darurat Diperpanjang, Bapanas Distribusikan CBP ke Kota Pekalongan
PEKALONGAN, iNewsPantura.id — Pemerintah pusat terus memperkuat dukungan logistik bagi warga terdampak banjir di Kota Pekalongan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui Perum Bulog Kantor Cabang Tegal menyalurkan bantuan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 13.195 kilogram atau 13,195 ton guna mendukung penanganan bencana banjir.
Bantuan beras kualitas medium tersebut diserahkan langsung oleh Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Tegal, Agung Rochman, kepada Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid, di Kantor BPBD Kota Pekalongan, Jumat, 30 Januari 2026.
Agung Rochman menjelaskan, penyaluran CBP ini merupakan tindak lanjut atas permohonan Pemerintah Kota Pekalongan untuk memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak banjir yang hingga kini masih berada dalam status tanggap darurat.
“Pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah memang dipersiapkan untuk kondisi darurat, termasuk penanggulangan bencana alam,” ujar Agung.
Ia menegaskan bahwa penyaluran CBP merupakan bagian dari penugasan Bulog, mulai dari menyerap produksi dalam negeri, mengelola cadangan pangan pemerintah, hingga menyalurkannya untuk berbagai program, termasuk stabilisasi harga dan penanganan bencana.
Selain bantuan CBP, sebelumnya Bulog juga telah menyalurkan bantuan CSR berupa beras premium masing-masing 1 ton untuk Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, dan Kabupaten Pemalang sebagai langkah awal penanganan banjir di wilayah Pekalongan Raya.
Agung memastikan, masyarakat tidak perlu khawatir terkait ketersediaan beras. Saat ini, stok beras di gudang Bulog Cabang Tegal mencapai sekitar 60.000 ton dan dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan penyaluran hingga pertengahan tahun 2026.
“Saat terjadi bencana, pemerintah daerah dapat mengajukan permohonan CBP kepada Bapanas. Selanjutnya, Bulog akan ditugaskan untuk menyalurkan sesuai kebutuhan daerah terdampak,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Pekalongan Ahmad Afzan Arslan Djunaid yang akrab disapa Aaf menyampaikan apresiasi atas dipenuhinya pengajuan bantuan CBP tersebut. Menurutnya, bantuan beras sangat krusial mengingat status tanggap darurat banjir di Kota Pekalongan diperpanjang hingga 13 Februari 2026 akibat cuaca ekstrem yang masih berlangsung.
“Cuaca masih belum stabil, bahkan pagi tadi masih turun hujan. Bantuan beras ini akan segera kami salurkan, terutama untuk mendukung dapur umum di lokasi pengungsian dengan jumlah warga terdampak terbanyak,” ujar Aaf.
Saat ini, sekitar 500 warga terdampak banjir masih bertahan di sejumlah posko pengungsian. Penyaluran beras CBP akan difokuskan pada wilayah dengan dampak terparah, seperti Kelurahan PKK dan eks Kelurahan Kraton Kidul.
Aaf menambahkan, kebutuhan beras warga terdampak kini telah tercukupi melalui CBP. Sementara kebutuhan logistik lainnya akan dipenuhi melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) serta Belanja Tak Terduga (BTT) Pemerintah Kota Pekalongan.
Penyerahan bantuan turut disaksikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Pekalongan Lili Sulistyawati serta Kepala BPBD Kota Pekalongan Budi Suheryanto.
Di sisi lain, Pemkot Pekalongan juga terus mengawal percepatan penanganan teknis banjir, termasuk penguatan tanggul jebol di Sungai Bremi dan Sungai Meduri. Pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp37 miliar pada tahun 2026 untuk pengendalian banjir di aliran kedua sungai tersebut.
Editor : Suryo Sukarno