Longsoran Tebing Tutup Aliran Kali Terong, Pemerintah Waspadai Dampak Lanjutan
KENDAL,iNewsPantura.id – Longsoran tebing yang terjadi di Desa Genting Gunung, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal menyebabkan aliran Sungai Kali Terong tersumbat material tanah dan kayu hutan.
Kondisi ini memicu kewaspadaan pemerintah setempat karena berpotensi menimbulkan gangguan aliran air dan bencana lanjutan di wilayah hilir.
Pantauan di lokasi menunjukkan material longsoran berupa tanah bercampur batang dan balok kayu menutup sebagian badan sungai.
Akibatnya, aliran air tidak mengalir normal dan berisiko meluap apabila debit sungai meningkat saat hujan deras.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa karena lokasi longsor jauh dari permukiman warga, dampak ekologis dan hidrologisnya dinilai cukup serius.
Sungai Kali Terong merupakan jalur air utama yang mengaliri sejumlah desa di wilayah Sukorejo, sehingga gangguan aliran berpotensi berdampak luas.
Camat Sukorejo Tejo Pramono Sakti segera mengoordinasikan langkah penanganan dengan mengumpulkan perangkat Desa Genting Gunung, tokoh masyarakat, warga setempat, serta BPBD Kabupaten Kendal.
“Yang menjadi perhatian utama kami adalah tersumbatnya aliran sungai. Jika tidak segera dibuka, tekanan air bisa meningkat dan menimbulkan masalah baru di hilir,” kata Tejo Pramono.
Dari hasil koordinasi, disepakati aksi pembersihan material longsoran di aliran Sungai Kali Terong. Pembersihan akan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat, BPBD, serta komunitas Lereng Prau menggunakan peralatan gergaji mesin untuk memotong dan mengangkat kayu-kayu besar.
“Kami jadwalkan Kamis turun langsung ke lapangan. Fokusnya membuka kembali aliran sungai agar air bisa mengalir normal,” ujarnya.
Menurut Tejo Pramono, langkah tersebut menjadi penting mengingat curah hujan di wilayah Sukorejo masih tergolong tinggi. Pembukaan aliran sungai diharapkan dapat mengurangi risiko luapan air sekaligus mencegah terjadinya bencana ikutan.
Upaya cepat yang dilakukan pemerintah kecamatan ini mendapat dukungan masyarakat setempat. Penanganan longsor dengan fokus pada pemulihan fungsi sungai dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan warga di wilayah terdampak maupun di daerah hilir.
Editor : Eddie Prayitno