Sampah Menggunung di Bawah Jembatan Sungai Kendal, Polisi-TNI dan Pemkab Turun Tangan
KENDAL,iNewsPantura.id – Tumpukan sampah mulai dari plastik, potongan kayu hingga kasur bekas terlihat menggunung dan tersangkut di bawah jembatan di aliran Sungai Kendal, tepatnya di kawasan pusat kota. Kondisi tersebut tak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menghambat aliran air sehingga sungai kerap meluber saat debit meningkat.
Pantauan di lokasi, sampah yang terbawa arus tersangkut di tiang dan rangka bawah jembatan. Material berukuran besar seperti batang kayu dan kasur memperparah penyumbatan. Bau tak sedap pun mulai tercium, mengganggu aktivitas warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas.
Kapolres Kendal, Hendry Susanto Sianipar, turun langsung memimpin upaya pembersihan bersama jajaran kepolisian dan instansi terkait. Ia mengatakan, pembersihan difokuskan sementara di aliran sungai wilayah pusat kota karena menjadi titik paling parah dan rawan luapan.
“Kami mencoba membersihkan sampah-sampah yang menumpuk di bawah jembatan Sungai Kendal. Untuk sementara difokuskan di wilayah pusat kota, namun tidak menutup kemungkinan akan dilakukan di wilayah lain yang banyak terdapat tumpukan sampah,” tegasnya.
Menurutnya, penanganan ini bersifat darurat untuk memastikan aliran air kembali lancar dan meminimalisir potensi banjir lokal. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan ke sungai, karena dampaknya akan kembali dirasakan warga sendiri.
Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Pemanasari menyampaikan bahwa kegiatan pembersihan sungai merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam menggalakkan gerakan Indonesia Asri yang dilaksanakan setiap hari Jumat. Pemerintah daerah bersama TNI dan Polri berkomitmen menjadikan aksi bersih lingkungan sebagai gerakan rutin.
“Ini bagian dari menindaklanjuti pernyataan Presiden untuk menggalakkan Indonesia Asri setiap hari Jumat. Kita mulai dari Kali Kendal karena kemarin di wilayah atas terjadi hujan, sementara di wilayah utara terjadi rob, sehingga air tidak bisa mengalir sempurna. Akibatnya, sampah menumpuk di bawah jembatan karena terhalang,” jelasnya.
Dyah Kartika menambahkan, kondisi cuaca ekstrem menjadi salah satu faktor utama yang memperparah penumpukan sampah. Hujan deras di wilayah hulu meningkatkan debit air, sementara pasang air laut (rob) di bagian hilir menahan aliran sehingga sampah tertahan di titik sempit seperti jembatan.
Pemerintah Kabupaten Kendal, lanjutnya, telah merencanakan pengerukan di aliran Sungai Kendal sebagai langkah jangka menengah. Untuk biaya perawatan sungai masih memungkinkan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten. Namun, untuk belanja barang tertentu menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
“Sudah direncanakan akan dilakukan pengerukan. Untuk biaya perawatan masih bisa menggunakan APBD kabupaten, tetapi untuk belanja barang menjadi kewenangan provinsi,” terangnya.
Sebelumnya, upaya pencegahan sebenarnya telah dilakukan dengan pemasangan jaring penyaring sampah di aliran sungai guna memilah dan menahan material yang terbawa arus agar tidak menumpuk di bawah jembatan. Namun, besi pengaman yang digunakan untuk menahan sampah dilaporkan banyak yang hilang, sehingga fungsi pengamanan tidak berjalan optimal.
Kondisi tersebut menjadi evaluasi serius bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan dan sistem pengamanan fasilitas pengendali sampah di sungai. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu menjadi solusi berkelanjutan, tidak hanya sekadar pembersihan sesaat.
Warga berharap langkah tegas dan konsisten dari pemerintah dapat menjaga kebersihan sungai serta mencegah terjadinya banjir akibat penyumbatan sampah. Selain penanganan teknis, kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai dinilai menjadi kunci utama agar persoalan serupa tidak terus berulang.
Editor : Eddie Prayitno