Jelang Imlek, Warga Tionghoa Blora Gelar Tradisi Ayak Abu di Klenteng Hok Tik Bio
BLORA, iNewsPantura.id - Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek, warga Tionghoa di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menggelar tradisi ayak abu di Klenteng Hok Tik Bio.
Ritual tahunan ini menjadi bagian dari persiapan spiritual sekaligus wujud kebersamaan umat dalam menyongsong tahun baru.
Suasana kebersamaan tampak di klenteng yang juga dikenal sebagai Klenteng Tri Dharma Hok Tik Bio tersebut.
Sejumlah umat dan pengurus bahu-membahu melaksanakan tradisi ayak abu, yakni membersihkan sisa pembakaran dupa selama satu tahun terakhir.
Abu yang dibersihkan berasal dari yuloh atau tempat dupa. Abu tersebut dikeluarkan, kemudian diayak untuk memisahkan bagian halus dan kasar.
Setelah disaring, abu yang halus dimasukkan kembali ke dalam tempatnya.
Prosesi ini bukan sekadar membersihkan, namun memiliki makna simbolis sebagai bentuk penyucian diri dan harapan agar tahun yang baru membawa kebaikan serta keberkahan.
Tradisi ayak abu dilakukan secara gotong royong. Umat dan pengurus klenteng bekerja bersama dalam nuansa kebersamaan dan persaudaraan, mencerminkan semangat harmoni yang dijaga dari tahun ke tahun.
Selain melakukan pembersihan, pengurus juga mempercantik klenteng dengan memasang ratusan lampu lampion di halaman dan teras.
Berbagai lampu hias warna-warni turut dipasang di bagian atap, menambah semarak suasana, terutama saat malam hari.
Sebelum ritual ayak abu dilaksanakan, pengurus terlebih dahulu membersihkan altar serta ukiran di sekitar patung dewa-dewa.
Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menyambut Tahun Baru Imlek.
Pendri, Biokong Klenteng, menyampaikan bahwa setelah ritual ayak abu, kegiatan dilanjutkan dengan pembersihan patung dewa-dewa.
"Pembersihan ini dimaksudkan karena untuk membersihkan dosa dosa kita selama setahun, dengan lampion ini agar kita bisa diberikan cahaya kehidupan, rejeki Tuhan", jelas Pendri.
Ia berharap perayaan Imlek tahun ini membawa berkah bagi masyarakat, khususnya warga Kabupaten Blora, serta semoga Blora senantiasa terjaga kedamaian dan ketenteramannya.
Editor : Suryo Sukarno