FASI 2026 Kedungtuban Perkuat Sinergi LPQ, Kampus, dan Penyuluh Agama
BLORA, iNewsPantura.id – Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) tingkat Kecamatan Kedungtuban tahun 2026 yang digelar pada Senin (16/2/2026) tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan antar lembaga pendidikan Al-Qur’an, tetapi juga menjadi momentum kolaborasi strategis berbagai elemen pendidikan dan keagamaan di wilayah tersebut.
Ketua Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ) Kecamatan Kedungtuban, Adi Kusmanto, mengatakan kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi kelembagaan antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan Al-Qur’an di tingkat kecamatan.
Menurut Adi yang juga menjabat sebagai Kaprodi Pendidikan Agama Islam (PAI) IAI Al Muhammad Cepu, kerja sama tersebut telah terjalin dalam sejumlah kegiatan sebelumnya.
“Ini menjadi kali kedua kami menggandeng IAI Al Muhammad Cepu dan para Penyuluh Agama Kecamatan Kedungtuban dalam kegiatan strategis. Sebelumnya, pada 24-25 Januari 2026, kami menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan Metode An-Nahdliyah se-Kecamatan Kedungtuban dan sekitarnya. Kini kolaborasi tersebut berlanjut pada FASI 2026,” ujar Adi di sela kegiatan.
Kolaborasi diwujudkan melalui keterlibatan mahasiswa dan dosen IAI Al Muhammad Cepu sebagai dewan juri, pendamping lomba, serta fasilitator pelatihan bagi peserta sebelum kompetisi berlangsung. Sementara itu, penyuluh agama Kecamatan Kedungtuban berperan dalam pendampingan pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat.
Ketua Panitia FASI 2026, Rudi, menjelaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dan penyuluh agama memberikan warna baru dalam penyelenggaraan festival tahun ini.
“Kami menggandeng IAI Al Muhammad Cepu karena banyak mahasiswanya merupakan guru TPQ dan memiliki kompetensi di bidang pendidikan Al-Qur’an. Penyuluh agama juga kami libatkan untuk memastikan nilai-nilai yang disampaikan sesuai dengan pemahaman Ahlussunnah wal Jamaah yang moderat,” ujarnya.
Dosen Prodi PAI IAI Al Muhammad Cepu, M. Fuad Firmansyah, menilai sinergi antara perguruan tinggi, lembaga pendidikan Al-Qur’an, dan penyuluh agama merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembinaan generasi Qur’ani, mulai dari tingkat kecamatan hingga kabupaten.
“Mahasiswa kami tidak hanya dilibatkan sebagai juri, tetapi juga mentor bagi peserta. Ini menjadi pengalaman berharga untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah,” kata Fuad.
Koordinator Penyuluh Agama Kecamatan Kedungtuban, Nanik Nafi’atun, menegaskan pihaknya mendukung penuh penyelenggaraan FASI 2026. Ia menyebut kolaborasi tersebut sebagai bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat di bidang keagamaan.
“Melalui FASI, kami bisa bersinergi untuk membina generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman dan takwa,” ujarnya.
Dengan kolaborasi antara Badko LPQ, IAI Al Muhammad Cepu, dan Penyuluh Agama Kecamatan Kedungtuban, FASI 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan ruang pembelajaran bersama yang melibatkan akademisi, praktisi pendidikan Al-Qur’an, dan pembimbing keagamaan.
Adapun tema FASI tahun ini adalah “Kokoh Beraqidah, Rajin Beribadah, Berbudi Pekerti Luhur, Cinta Tanah Air dan NKRI.”
Editor : Suryo Sukarno