get app
inews
Aa Text
Read Next : Budayawan Ahmad Tohari Ajak Teladani Cinta Nabi sebagai Fondasi Kepemimpinan Publik

Pentingnya Coping Mechanism: Cara Tetap Produktif Tanpa Kehilangan Waras di Kantor Dibahas di UHN

Kamis, 05 Maret 2026 | 16:40 WIB
header img
Founder Mental Hub Indonesia sekaligus psikiater, dr. Elvine Gunawan, sebagai narasumber dalam diskusi bertema “Menghadapi Krisis Ketangguhan: Membangun Ketahanan Mental di Tempat Kerja”

TEGAL, iNewsPantura.id Universitas Harkat Negeri kembali melanjutkan rangkaian Seri Kajian Ramadan bertajuk Ramadan on Campus dengan menghadirkan diskusi inspiratif mengenai ketahanan mental di dunia kerja. 

Kegiatan ini menghadirkan Founder Mental Hub Indonesia sekaligus psikiater, dr. Elvine Gunawan, sebagai narasumber dalam diskusi bertema “Menghadapi Krisis Ketangguhan: Membangun Ketahanan Mental di Tempat Kerja”.

Acara yang digelar di Aula Kampus Mataram Universitas Harkat Negeri pada Rabu (04/03/2026) tersebut diikuti oleh sivitas akademika, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, serta masyarakat umum yang tertarik dengan isu kesehatan mental.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kajian Ramadan yang sebelumnya juga menghadirkan budayawan Ahmad Tohari. Melalui program ini, Universitas Harkat Negeri berupaya menghadirkan ruang pembelajaran yang tidak hanya membahas ibadah ritual, tetapi juga berbagai persoalan kehidupan seperti kepemimpinan, keadilan sosial, hingga kesehatan mental.

Dalam sambutannya, Sudirman Said menegaskan bahwa kampus memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter.

“Kampus tidak hanya menjadi tempat transfer pengetahuan. Kita ingin kampus ini juga menjadi ruang penguatan spirit, motivasi, kreativitas, dan sportivitas bagi para mahasiswa. Saya percaya literasi yang didukung dengan interaksi dan kompetisi akan menjadi jalan bagi kemajuan. Interaksi melahirkan inspirasi dan memacu kreativitas, sementara kompetisi akan mendorong inovasi sekaligus melatih sportivitas,” ujarnya.

Sementara itu, dalam pemaparannya dr. Elvine Gunawan mengajak mahasiswa memahami bahwa ketangguhan mental merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki setiap orang, terutama saat memasuki dunia kerja yang penuh tantangan.

Ia menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak hanya berarti bebas dari gangguan psikologis, tetapi juga kemampuan seseorang mengenali potensinya, mengelola tekanan hidup, bekerja secara produktif, serta berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

“Secara sederhana, kesehatan mental adalah kemampuan seseorang untuk menyadari potensinya, menghadapi tekanan hidup secara normal, bekerja dengan produktif, dan memberi kontribusi kepada komunitasnya,” jelasnya.

Menurutnya, tekanan hidup atau stres merupakan bagian alami dari kehidupan manusia dan tidak selalu berdampak negatif.

“Otak kita sudah didesain Tuhan untuk mampu mencari jalan keluar ketika menghadapi masalah. Karena itu kita perlu hidup dengan tingkat stres yang normal. Stres tidak selalu buruk, justru bisa menjadi mekanisme adaptasi yang membantu kita bertahan dan berkembang,” ungkapnya.

Dalam menghadapi tekanan tersebut, manusia akan melalui proses adaptasi yang menentukan apakah seseorang mampu tumbuh atau justru mengalami kesulitan. Karena itu, kemampuan coping mechanism atau strategi menghadapi masalah menjadi salah satu kunci utama untuk tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan mental di lingkungan kerja.

Selain itu, dr. Elvine juga mengingatkan bahwa hubungan manusia dengan Tuhan sering kali dipahami secara terlalu transaksional.

“Kita sering terlalu transaksional dengan Tuhan melalui doa. Padahal secara harfiah manusia memang diciptakan untuk bertahan hidup, salah satunya melalui bekerja dan berusaha,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa ketangguhan manusia sebenarnya sudah mulai terbentuk sejak sangat awal dalam kehidupan.

“Resiliensi manusia bahkan dimulai sejak masih di dalam perut ibu. Karena itu jika sebuah negara ingin memperbaiki kualitas sumber daya manusia, maka investasi terbaik adalah pada ibu hamil dengan memberikan fasilitas dan dukungan yang baik,” pungkasnya.

Editor : Yunibar SP

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut