get app
inews
Aa Text
Read Next : Akhiri Misteri Mayat di Hutan Darupono, Keluarga Pastikan Identitas Korban

6.855 Anak di Kendal Masih Stunting dan Penderita TBC Capai 2.367 Begini Upaya Pencegahannya

Jum'at, 03 April 2026 | 17:58 WIB
header img
Anggota DPR RI dan dinas kesehatan berkomitmen bersama untuk mendukung gerakan masyarakat hidup sehat. eddie prayitno/iNews

KENDAL,iNewsPantura.id  – Tingginya angka penderita tuberkulosis (TBC) dan stunting di Kabupaten Kendal menjadi perhatian serius yang harus segera ditangani secara menyeluruh.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Daerah Kendal, jumlah penderita TBC pada tahun 2025 mencapai 2.367 kasus. Sementara itu, hingga Maret 2026, sudah terdata sebanyak 440 kasus.

Di sisi lain, angka stunting di Kabupaten Kendal juga masih cukup tinggi, yakni mencapai 6.855 kasus. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan kesehatan masyarakat masih menjadi tantangan besar yang membutuhkan upaya bersama dari berbagai pihak.

Sebagai langkah strategis dalam menekan angka tersebut, sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) terus digencarkan untuk mendorong masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

Sosialisasi GERMAS yang dilaksanakan di Desa Rejosari, Kecamatan Kangkung, Jumat (3/4/2026), menghadirkan anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diajak untuk mulai menerapkan kebiasaan hidup sehat dari hal-hal sederhana.

“Aktivitas fisik secara rutin menjadi salah satu poin penting yang ditekankan, karena dapat meningkatkan kebugaran tubuh dan daya tahan terhadap penyakit. Selain itu, konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama buah dan sayur, juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan tubuh,” ujar Muh Haris.

Ia menambahkan, kebiasaan tidak merokok juga terus disosialisasikan karena dapat merusak sistem pernapasan dan meningkatkan risiko penularan maupun memperparah kondisi TBC.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memberikan pemenuhan gizi yang baik sehingga bisa terbebas dari stunting dan penyakit lainnya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Anita Dianawati, menegaskan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah deteksi dini penyakit.

“Yang tidak kalah penting, masyarakat diimbau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mendeteksi penyakit sejak dini dan mendapatkan penanganan yang tepat,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya pencegahan penyakit. Lingkungan yang bersih, ventilasi udara yang baik, serta kebiasaan hidup bersih seperti mencuci tangan dengan sabun menjadi kunci dalam mencegah penyebaran TBC.

“Karena jika sudah terpapar TBC, pengobatannya harus dilakukan secara berkelanjutan dan membutuhkan waktu yang panjang hingga enam bulan,” ujarnya.

Dalam upaya pencegahan stunting, edukasi mengenai gizi seimbang terus diberikan, terutama kepada ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita. Pemenuhan nutrisi sejak masa kehamilan hingga usia dini sangat penting bagi pertumbuhan anak.

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh anak serta mencegah stunting.

Melalui sosialisasi GERMAS, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hidup sehat semakin meningkat. Dengan penerapan PHBS secara konsisten, angka TBC dan stunting di Kabupaten Kendal diharapkan dapat ditekan sehingga tercipta masyarakat yang lebih sehat dan produktif.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut