Korsleting Diduga Picu Kebakaran Gudang Jamur di Sukorejo, Warga Sempat Berjibaku Padamkan Api
KENDAL,iNewsPantura.id — Peristiwa kebakaran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Kendal. Kali ini, sebuah gudang penyetiman jamur milik Ngateman di Dusun Sambikerto, Desa Kalipakis, Kecamatan Sukorejo, hangus dilalap si jago merah. Insiden tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp30 juta.
Kebakaran terjadi secara tiba-tiba dan mengagetkan warga sekitar. Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa bermula saat aliran listrik di lokasi gudang mendadak padam. Kondisi itu mendorong penjaga gudang untuk melakukan pengecekan pada meteran listrik yang berada di luar bangunan.
Kapolsek Sukorejo, Sugiyono, menjelaskan bahwa saat saksi keluar dari rumah, api sudah terlihat membesar di bagian gudang penyetiman jamur.
“Ketika saksi keluar untuk mengecek listrik, kondisi gudang sudah dalam keadaan terbakar,” ungkapnya.
Melihat kobaran api yang semakin membesar, saksi langsung bergegas menuju rumah pemilik gudang untuk memberikan informasi. Upaya cepat ini dilakukan agar penanganan dapat segera dilakukan sebelum api merembet lebih luas.
Tak lama berselang, warga sekitar berdatangan dan bersama-sama berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun, upaya tersebut cukup terkendala karena api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian bangunan.
Material yang mudah terbakar, seperti atap gudang dan tumpukan batang jagung yang digunakan sebagai bahan dalam proses penyetiman jamur, membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan.
Dugaan sementara, sumber api berasal dari korsleting listrik yang terjadi di bagian atap gudang. Percikan api kemudian menyambar tumpukan batang jagung di bawahnya, sehingga mempercepat proses perambatan api.
Beruntung, dalam kejadian ini tidak terdapat korban jiwa. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Meski demikian, kerugian materiil yang dialami pemilik cukup signifikan.
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kebakaran. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, sementara petugas juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti.
Kapolsek mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik, terutama di bangunan yang menyimpan bahan mudah terbakar. Pemeriksaan rutin dinilai penting untuk mencegah terjadinya kejadian serupa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa potensi kebakaran dapat terjadi kapan saja, terutama di lingkungan usaha yang menggunakan bahan-bahan mudah terbakar. Kewaspadaan dan kesiapan penanganan dini menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko kerugian yang lebih besar.
Editor : Eddie Prayitno