Kamar Tahanan Rutan Temanggung Digeledah, ini Barang yang Ditemukan
TEMANGGUNG,iNewsPantura.id – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Temanggung melakukan penggeledahan mendadak di seluruh kamar hunian dan menggelar tes urin massal bagi petugas maupun warga binaan.
Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk deteksi dini sekaligus komitmen nyata jajaran pemasyarakatan dalam memerangi peredaran narkoba dan barang terlarang di dalam jeruji besi.
Kepala Rutan Temanggung, Hendra Prastya Nugraha, memimpin langsung jalannya operasi yang melibatkan tim gabungan dari TNI, Polri, dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Temanggung.
"Kami ingin memastikan Rutan Temanggung benar-benar menjadi 'Rutan Bersinar' atau Bersih dari Narkoba. Sinergi dengan APH (Aparat Penegak Hukum) lain adalah kunci untuk transparansi dan efektivitas pengawasan," ujar Hendra.
Dalam aksi tersebut, sebanyak 37 pegawai rutan dan 91 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dipilih secara acak untuk menjalani tes urin. Jumlah ini mencakup sekitar 50 persen dari total populasi penghuni dan petugas. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif dari kandungan narkotika.
Meski tidak ditemukan narkoba maupun telepon seluler dalam penggeledahan kamar, petugas gabungan menyita sejumlah barang yang dianggap membahayakan keamanan. Barang-barang tersebut meliputi potongan kaca, korek api, batu, hingga tali-tali rahasia.
"Barang seperti potongan kaca sangat rawan dijadikan senjata tajam, sementara tali-tali ini kami antisipasi agar tidak disalahgunakan untuk melukai diri sendiri atau sarana komunikasi ilegal antar kamar. Semua temuan ini kami sita untuk segera dimusnahkan," tegas Hendra.
Kegiatan penggeledahan dan tes urin massal ini dilaksanakan secara khusus dalam rangka menyambut Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62. Momen tahunan ini dijadikan pemantik bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk memperkuat disiplin dan menjaga integritas institusi.
Hendra mengungkapkan bahwa di tengah tantangan overcapacity—di mana Rutan Temanggung saat ini dihuni 181 orang dari kapasitas ideal 94 orang—pengawasan ketat menjadi harga mati.
"Kondisi hunian memang hampir mencapai dua kali lipat dari kapasitas normal, namun itu bukan alasan untuk mengendurkan pengawasan. Justru dalam kondisi ini, penggeledahan rutin maupun insidentil harus lebih sering dilakukan demi menjaga kondusivitas dan keamanan," pungkasnya. (Don)
Editor : Eddie Prayitno