get app
inews
Aa Text
Read Next : Lepas Mahasiswa KKN, Gubernur Jateng Minta Mahasiswa UMK Jadi Ujung Tombak Pendataan RTLH

Meneguhkan Integritas Intelektual di Era Disrupsi Prof Muh Syafei Dikukuhkan jadi Guru Besar

Selasa, 14 April 2026 | 16:16 WIB
header img
Pengukuhan Prof. Muh. Syafei sebagai Guru Besar. Nur Choiruddin/iNews

KUDUS, iNewsPantura.id  – Universitas Muria Kudus (UMK) kembali menancapkan tonggak pencapaian akademik penting dalam perjalanannya menjadi pusat keunggulan ilmiah.

Melalui Sidang Terbuka Senat yang berlangsung khidmat di Auditorium UMK, Prof. Dr. Drs. Muh. Syafei, M.Pd. resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Writing in English Language Teaching (ELT).

Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni akademik rutin, melainkan sebuah pernyataan sikap UMK dalam merespons dinamika zaman yang kian dipengaruhi oleh kecerdasan buatan (AI). Kehadiran Prof. Syafei menambah jajaran pakar yang memperkuat fundamen kualitas pendidikan tinggi di wilayah Jawa Tengah.

Pengukuhan ini melengkapi deretan pencapaian strategis UMK dalam tahun-tahun terakhir. Sebelumnya, pada Mei 2025, UMK juga telah mengukuhkan dua Guru Besar, yakni: Prof. Endang Dewi Murrinie (Fakultas Pertanian) dalam kepakaran Teknologi Benih dan Prof. Sugeng Slamet (Fakultas Teknik) dalam bidang Material Maju.

Dalam orasi ilmiahnya yang bertajuk “From Pen to Artificial Intelligence: Transforming Writing and Language Learning for a New Generation”, Prof. Syafei membedah fenomena krusial di kalangan generasi Z dan Alfa. Ia menyoroti fakta bahwa kemudahan teknologi sering kali menjadi pedang bermata dua bagi kemampuan kognitif mahasiswa.

“Saat ini, kemampuan mengetik dan mengakses informasi melonjak tajam, namun hal itu tidak selalu berbanding lurus dengan kemampuan berpikir kritis dan mandiri,” ungkapnya.

Ia memprihatinkan ketergantungan pada fitur auto-correct, machine translation, hingga copy-paste yang dapat mengikis kedalaman ide. Baginya, menulis adalah proses mengolah pikiran, dan ketika teknologi mendominasi tanpa kendali, manusia berisiko kehilangan kemampuan untuk merangkai gagasan secara otentik.

Sebagai antitesis dari ketergantungan digital yang berlebihan, Prof. Syafei menawarkan pendekatan pembelajaran yang kembali ke esensi. Ia memperkenalkan metode Timed Handwriting (menulis tangan dalam waktu terbatas) untuk melatih kemandirian berpikir spontan, serta No-Assistance Writing guna menjaga orisinalitas karya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya digital portfolio dan reflective practice sebagai alat bagi mahasiswa untuk melacak evolusi kemampuan mereka sendiri. Mengenai posisi AI, Prof. Syafei bersikap moderat namun tegas: “AI adalah scaffolding atau perancah. Ia ada untuk mempercepat proses, namun makna dan rasa tetap merupakan kedaulatan manusia. Bahasa tidak hanya dipelajari melalui layar, tetapi dialami melalui interaksi antarmanusia.”

Rangkaian pencapaian ini merupakan bagian dari langkah strategis universitas untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Dengan fokus pada teknologi, inovasi material, dan transformasi literasi, UMK meneguhkan perannya sebagai motor penggerak riset yang solutif dan relevan dengan kebutuhan industri maupun sosial.

Momentum pengukuhan ini diharapkan mampu memicu lahirnya inovasi-inovasi baru dari bumi Kudus, sekaligus memastikan bahwa pendidikan di UMK tetap berpijak pada nilai integritas dan kemanusiaan di tengah kencangnya arus otomatisasi global.

 

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut